Presiden Filipina perintahkan semua menteri mengundurkan diri usai pemilu sela

Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos (depan) tampak sedang menyimak dalam acara Pidato Kenegaraan keduanya di Quezon City, Filipina, pada 24 Juli 2023. (Xinhua/Rouelle Umali)
Marcos terpilih sebagai presiden Filipina pada 2022 dan memiliki sisa tiga tahun untuk menyelesaikan masa jabatan tunggal selama enam tahunnya hingga 2028.
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos memerintahkan para menteri di kabinetnya mengundurkan diri secara sukarela, setelah para kandidat yang didukung pemerintah meraih hasil mengecewakan dalam pemilihan umum (pemilu) sela pada 12 Mei lalu, kata Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communications Office/PCO) Filipina pada Kamis (22/5).Menurut PCO, perombakan ini "ditujukan untuk memberikan ruang bagi presiden guna mengevaluasi kinerja setiap departemen dan menentukan siapa yang akan lanjut menjabat sejalan dengan prioritas pemerintahannya yang telah disesuaikan ulang.""Langkah ini menandai transisi yang jelas dari fase awal pemerintahan menuju pendekatan yang lebih terfokus dan berbasis kinerja," kata PCO.PCO meyakinkan publik bahwa layanan pemerintahan "tidak akan terganggu" selama masa transisi ini.Marcos terpilih sebagai presiden pada 2022 dan memiliki sisa tiga tahun untuk menyelesaikan masa jabatan tunggal selama enam tahunnya hingga 2028.Kampanyenya untuk jabatan presiden berlandaskan pada tema persatuan yang bergema di hati dan pikiran jutaan orang Filipina.Sebanyak 31 juta warga Filipina dari 50 juta pemilih, memilih Bongbong Marcos pada pemilu 9 Mei 2022, menjadi perolehan suara terbesar dari semua kandidat presiden dalam sejarah negara itu.Meskipun menang dengan suara yang cukup besar dalam pemilu tersebut, hanya enam kandidat senat yang didukung Marcos yang berhasil mendapatkan kursi di senat, sebuah hasil yang di bawah harapan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi sumbang 500 juta dolar AS untuk tangani pandemik corona
Indonesia
•
17 Apr 2020

Survei: Mayoritas warga Rusia puas dengan kinerja Putin
Indonesia
•
12 Nov 2022

Arab tolak laporan AS tentang pembunuhan wartawan Saudi, Khashoggi
Indonesia
•
28 Feb 2021

Putin-Abbas desak dialog politik untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel
Indonesia
•
25 Dec 2023
Berita Terbaru

Pakistan lancarkan serangan udara terhadap berbagai fasilitas Taliban di Afghanistan
Indonesia
•
01 Mar 2026

Hillary Clinton bersaksi dirinya "tidak tahu" soal kejahatan Epstein
Indonesia
•
01 Mar 2026

Pertemuan darurat OKI tolak perluasan permukiman Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026

Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel
Indonesia
•
01 Mar 2026
