
Peneliti kembangkan jaringan neural berteknologi kuantum untuk prediksi molekul obat

Seorang pengunjung mengabadikan foto sebuah model komputer kuantum superkonduktor Origin Wukong yang dipamerkan dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia (World Manufacturing Convention) 2024 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 20 September 2024. (Xinhua/Huang Bohan)
Prediksi sifat molekul yang akurat menjadi kunci untuk menyeleksi kandidat obat-obatan secara efisien.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti baru-baru ini berhasil melakukan prediksi sifat molekul obat berdasarkan arsitektur jaringan neural grafik berbasis penyematan kuantum (quantum-embedded graph neural network), memelopori jalan baru bagi analisis molekuler dan pengembangan obat, lapor surat kabar Science and Technology Daily pada Senin (11/8).Dalam pengembangan obat, prediksi sifat molekul yang akurat menjadi kunci untuk menyeleksi kandidat obat-obatan secara efisien. Jaringan neural grafik (graph neural network) mengkaji molekul obat dengan memperlakukan atom sebagai ‘titik’ dan ikatan kimia sebagai ‘garis’. Meskipun dapat memproses titik-titik tersebut dengan lebih baik, algoritma-algoritma kuantum yang ada saat ini masih kesulitan dalam memproses garis-garisnya.Tim peneliti dalam studi ini secara inovatif merancang sebuah arsitektur jaringan neural grafik berbasis penyematan kuantum, yang mengintegrasikan metode penyematan tepi kuantum (quantum edge embedding) dan penyematan simpul kuantum (quantum node embedding), sehingga memungkinkan pemrosesan atom dan ikatan kimia secara simultan di level kuantum untuk pertama kalinya.Terobosan ini secara signifikan meningkatkan akurasi prediksi perilaku molekuler, sehingga dapat menyempurnakan efisiensi penemuan obat. Tim peneliti dalam studi ini telah memvalidasi keandalan pendekatan penyematan kuantum tersebut pada komputer kuantum Origin Wukong. Ini menunjukkan bahwa model mereka mampu mempertahankan kinerja yang stabil, bahkan di bawah keterbatasan perangkat keras kuantum saat ini yang masih bising.Studi ini dilakukan oleh perusahaan rintisan (startup) Origin Quantum yang berbasis di Hefei melalui kerja sama dengan Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China (University of Science and Technology of China/USTC) dan Institut Kecerdasan Buatan di Pusat Ilmu Pengetahuan Nasional Komprehensif Hefei (Institute of Artificial Intelligence of the Hefei Comprehensive National Science Center). Temuan ini telah dipublikasikan di dalam Journal of Chemical Information and Modeling."Jika jaringan neural grafik tradisional diibaratkan sebagai teleskop, maka arsitektur berbasis penyematan kuantum kami ini, yang menerapkan pengodean tepi kuantum (quantum edge encoding), adalah sebuah mikroskop, yang tidak hanya mampu memetakan lokasi atom, tetapi juga menangkap interaksi ikatan kimia dengan jelas, sehingga mendorong pengembangan obat dengan desain yang berpresisi," ujar Dou Menghan, pengembang utama di tim perangkat lunak Origin Wukong.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China dorong industrialisasi paten di universitas dan lembaga penelitian
Indonesia
•
28 Feb 2024

Museum peninggalan budaya berusia 4.000 tahun dibuka di Xiangfen, China
Indonesia
•
15 Nov 2024

Teleskop FAST China deteksi 76 pulsar lemah baru
Indonesia
•
04 Oct 2023

China berbagi sampel Bulan dengan Rusia dan Prancis
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
