Kenya lakukan translokasi terhadap 21 badak hitam untuk tingkatkan populasi

Foto dokumentasi ini menunjukkan seekor badak hitam di Konservasi Ol Pejeta di Laikipia County, Kenya, pada 4 Februari 2023. (Xinhua/Han Xu)

Populasi badak hitam saat ini mencapai sekitar 966 ekor, naik dari 240 ekor pada 1984, berkat ditingkatkannya perlindungan dari pelaku perburuan liar.

 

Nairobi, Kenya (Xinhua) – Dinas Margasatwa Kenya (Kenya Wildlife Service/KWS) pada Jumat (13/1) mengumumkan rencananya untuk memindahkan 21 badak hitam betina dan jantan ke dalam Konservasi Loisaba, yang berlokasi sekitar 190 km di sebelah utara ibu kota Nairobi, sebelum akhir Januari ini guna meningkatkan populasi spesies ikonik tersebut.

Direktur Jenderal KWS Erastus Kanga mengungkapkan bahwa 21 ekor badak hitam tersebut akan didatangkan dari Taman Nasional Nairobi, Konservasi Ol Pejeta, dan Konservasi Margsatwa Lewa.

“Langkah strategis untuk menempatkan 21 badak hitam di Konservasi Loisaba ini sejalan dengan visi kami untuk membangun habitat yang layak, dan mengembangkan kondisi yang optimal bagi badak untuk tumbuh,” kata Kanga dalam pernyataannya.

Dia menambahkan bahwa badak hitam berada di ambang kepunahan tiga dekade yang lalu. Namun, sejak saat itu populasi badak hitam meningkat dengan begitu cepat hingga satwa tersebut membuat tempat perlindungan mereka kelebihan kapasitas.

Populasi badak hitam
Foto dokumentasi ini menunjukkan seekor badak hitam yang mengalami cedera pada bagian mata di Konservasi Ol Pejeta di Laikipia County, Kenya, pada 4 Februari 2023. (Xinhua/Han Xu)

Menurut KWS, populasi badak hitam saat ini mencapai sekitar 966 ekor, naik dari 240 ekor pada 1984, berkat ditingkatkannya perlindungan dari pelaku perburuan liar.

Tom Silvester, kepala eksekutif Konservasi Loisaba, menuturkan bahwa kunci keberhasilan dalam meningkatkan populasi badak hitam di Kenya adalah menjaga spesies tersebut di kawasan lindung.

Silvester mengatakan bahwa badak hitam termasuk hewan penyendiri. Tanpa adanya ruang yang cukup untuk berpencar, hewan tersebut tidak dapat didorong untuk berkembang biak.

Sekitar 8 persen daratan Kenya merupakan kawasan lindung untuk konservasi satwa liar. Kawasan yang dilindungi adalah bentang alam/bentang laut yang telah disurvei, diberi batas dan ditetapkan sebagai Taman Nasional dan/atau Cagar Nasional. Di Kenya, Kawasan Lindung mencakup berbagai tipe ekosistem yaitu hutan, lahan basah, sabana, laut, gersang, dan semi gersang. Kawasan lindung tersebut terdiri dari 23 Taman Nasional terestrial, 28 Cagar Nasional terestrial, 4 Taman Nasional kelautan, 6 Cagar Nasional kelautan, dan 4 cagar alam nasional.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan