
Studi: Polusi mikroplastik ancam ketahanan pangan global

Seorang petani berjalan di sebuah ladang gandum di Desa Dongxing, Kota Qingzhou, Provinsi Shandong, China timur, pada 6 November 2024. (Xinhua/Wang Jilin)
Polusi mikroplastik berbahaya terhadap fotosintesis, sebuah proses fundamental yang mendorong produktivitas primer dan ketahanan pangan di Bumi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil mengidentifikasi konsekuensi yang signifikan namun kerap terabaikan dari polusi mikroplastik, yaitu dampaknya yang berbahaya terhadap fotosintesis, sebuah proses fundamental yang mendorong produktivitas primer dan ketahanan pangan di Bumi.Studi tersebut, yang dilakukan oleh tim peneliti dari Institut Ilmu Tanah di Akademi Ilmu Pengetahuan China (Institute of Soil Science at the Chinese Academy of Sciences /ISSCAS) dan Universitas Nanjing, baru-baru ini diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.Mikroplastik, yaitu partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter, mencemari lingkungan mulai dari sedimen laut dalam hingga gletser di pegunungan. Meskipun kesadaran akan risiko lingkungan telah meningkat, dampak fotosintesisnya pada tingkat ekosistem masih kurang dipahami.Tim peneliti itu melakukan sebuah analisis komprehensif mengenai hubungan antara paparan mikroplastik dan fotosintesis di seluruh ekosistem darat, laut, dan air tawar. Dengan memeriksa 3.286 pengamatan dari 157 studi menggunakan pendekatan meta-analisis dan pembelajaran mesin, mereka menghitung penurunan fotosintesis global yang disebabkan oleh polusi mikroplastik.Temuan mereka menunjukkan mikroplastik mengurangi fotosintesis sebesar 7,05 hingga 12,12 persen pada tanaman darat, ganggang laut, dan ganggang air tawar. Penurunan ini setara dengan perkiraan penurunan global tahunan sebesar 4,11 hingga 13,52 persen pada tanaman pangan utama, seperti beras, gandum, dan jagung. Dalam ekosistem akuatik, gangguan fotosintesis yang disebabkan oleh mikroplastik diperkirakan mengurangi produktivitas primer bersih sebesar 0,31 hingga 7,24 persen."Temuan ini menggarisbawahi mikroplastik merupakan ancaman yang tersembunyi namun terus berlanjut terhadap ketahanan pangan global," kata Dang Fei, seorang profesor di ISSCAS.Studi tersebut juga menyoroti strategi mitigasi yang potensial. Para peneliti memperkirakan dengan mengurangi tingkat mikroplastik di lingkungan sebesar 13 persen dapat mengurangi kehilangan fotosintesis sekitar 30 persen.Temuan itu menekankan kebutuhan mendesak untuk mengatasi polusi mikroplastik sebagai faktor penting yang memengaruhi produktivitas primer global. Dang mengatakan studi tersebut menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan strategi mitigasi polusi plastik ke dalam inisiatif keberlanjutan dan ketahanan pangan yang lebih luas.Tim peneliti itu juga menyerukan pengumpulan data yang lebih luas dan studi lapangan lebih lanjut guna lebih memahami mekanisme di balik gangguan fotosintesis yang disebabkan oleh mikroplastik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan sistem pemantauan satelit lingkungan ekologis
Indonesia
•
19 Apr 2023

Peneliti Jerman temukan mekanisme bakteri atasi respons imun sel tumbuhan
Indonesia
•
03 Jun 2022

Teleskop Webb NASA abadikan gambar Nebula Tarantula
Indonesia
•
07 Sep 2022

Ada jejak meteorit langka di dalam sampel bulan dari Misi Chang'e-6
Indonesia
•
22 Oct 2025


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
