
Peneliti China eksplorasi strategi pengobatan kanker dengan material fungsional fluoresen

Orang-orang berpartisipasi dalam sebuah pawai di Praha, ibu kota Republik Ceko, pada 17 September 2022. Orang-orang yang berpakaian merah muda mengikuti sebuah pawai yang diadakan untuk menyatakan dukungan bagi pasien kanker payudara dan keluarga mereka di Praha pada Sabtu (17/9). (Xinhua/Dana Kesnerova)
Metode pengobatan kanker menggunakan material fungsional fluoresen dilakukan dengan merancang dan menyintesis serangkaian luminogen emisi hasil agregasi berbasis cyanostyrene (aggregation-induced emission luminogens/AIEgens) dengan menggabungkan berbagai donor elektronik dan kelompok peredam fluoresen.
Lanzhou, China (Xinhua) – Para peneliti China telah mengeksplorasi strategi baru metode pengobatan kanker yang menggunakan material fungsional fluoresen, menurut Rumah Sakit Kedua Universitas Lanzhou.Tim peneliti dari Rumah Sakit Kedua Universitas Lanzhou dan Universitas Hangkong Nanchang bersama-sama melakukan penelitian itu, yang mengusulkan sebuah terapi baru yang hemat biaya dan efisien untuk mengobati kanker.Pesatnya perkembangan teknologi optik canggih, seperti diagnosis dan perawatan kanker, sensor fluoresen, dan pencitraan biologi (bio-imaging), membutuhkan material fluoresen yang sangat efisien dalam jumlah besar, sebut Liu Tao, peneliti dari Rumah Sakit Kedua Universitas Lanzhou.Tim penelitian tersebut merancang dan menyintesis serangkaian luminogen emisi hasil agregasi berbasis cyanostyrene (aggregation-induced emission luminogens/AIEgens) dengan menggabungkan berbagai donor elektronik dan kelompok peredam fluoresen.Para peneliti tersebut juga mendemonstrasikan kinerja yang sangat baik dari AIEgens dalam pengindraan fluoresens, pencitraan organel, dan terapi fotodinamik.Penelitian ini menyajikan pendekatan baru untuk mengembangkan material fluoresen yang lebih sensitif, stabil, dan dapat disesuaikan. Penelitian ini juga akan berkontribusi terhadap pencitraan tertarget organel dan terapi fotodinamik sel kanker, kata Liu.Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam Chemical Engineering Journal.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti temukan alasan mengapa respons vaksin berbeda pada setiap orang
Indonesia
•
07 Nov 2022

Sel Surya tandem perovskit-organik bisa menyala terus 625 jam, tetap pertahankan 90 persen performanya
Indonesia
•
17 Jul 2026

Desain kontrol termal pastikan taikonaut tetap nyaman di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
27 Oct 2022

Feature – Menilik pengibaran bendera China yang terbuat dari ‘batu’ di Bulan
Indonesia
•
07 Jun 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
