
Laporan sebut kondisi lingkungan Australia memburuk pada 2023

Foto yang diabadikan pada 18 September 2023 ini menunjukkan hamparan bunga kanola yang bermekaran di pinggiran Canberra, Australia. (Xinhua/Chu Chen)
Kesehatan lingkungan Australia menurun pada 2023 di tengah curah hujan yang rendah dan lonjakan jumlah spesies yang terancam punah, dengan 130 spesies ditambahkan ke dalam Daftar Spesies Terancam Punah pada tahun lalu.
Canberra, Australia (Xinhua) – Kesehatan lingkungan Australia menurun pada 2023 di tengah curah hujan yang rendah dan lonjakan jumlah spesies yang terancam punah, ungkap sebuah laporan baru-baru ini.Dipimpin oleh para peneliti dari Australian National University (ANU), Laporan Lingkungan Australia mengumpulkan data ilmiah yang terperinci untuk menilai kesehatan lingkungan negara itu secara keseluruhan dari skala penilaian 1-10 sejak 2011.Pada 2023, lingkungan di negara itu diberi nilai 7,5, menurut edisi terbaru laporan yang dipublikasikan pada Selasa (19/3).Ini menandai penurunan dari tahun 2022 ketika lingkungan Australia memperoleh nilai 8,7, skor tertinggi yang pernah diraih.Albert Van Dijk, penulis utama laporan tersebut, menggambarkan 2023 sebagai tahun gejolak iklim di Australia, dengan awal tahun yang relatif sejuk disusul oleh cuaca kering dan hangat yang tidak seperti biasanya mulai Mei.Menurut laporan tersebut, rata-rata curah hujan nasional pada 2023 tercatat di angka 511 mm, turun dari 663 mm pada 2022.Curah hujan yang rendah berkontribusi terhadap awal musim kebakaran yang lebih cepat pada Agustus, tetapi prediksi tentang musim yang parah tidak menjadi kenyataan dengan kembalinya curah hujan pada November, kata Van Dijk.Laporan itu menyebutkan bahwa rekor 130 spesies ditambahkan ke dalam Daftar Spesies Terancam Punah pada 2023, sementara rata-rata tahunan tercatat di angka 29 spesies dalam beberapa tahun terakhir.Para peneliti mengatakan bahwa lonjakan tersebut kemungkinan merupakan efek tertunda dari kebakaran hutan dan lahan Black Summer 2019-2020."Ini membuat jumlah keseluruhan spesies yang terancam punah di Australia bertambah menjadi 2.098, meningkat 47 persen sejak tahun 2000," kata Tayla Lawrie, salah satu penulis laporan dari Terrestrial Ecosystem Research Network (TERN), dalam pernyataan media."Perubahan iklim adalah pendorong utama dari penambahan spesies-spesies baru, mengancam 87 persen spesies yang baru terdaftar dan spesies yang telah ditingkatkan statusnya. Untuk 13 persen spesies yang tersisa, faktor risiko kepunahan meliputi keracunan kodok tebu, hilangnya habitat akibat pembukaan lahan dan pertambangan, karat myrtle, dan ekstraksi air."Australia tidak termasuk dalam daftar 77 negara di dunia yang melaporkan tahun terpanas pada 2023, tulis laporan itu.Laporan tersebut mengungkap bahwa emisi gas rumah kaca Australia meningkat untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir pada 2023 dan negara ini menempati peringkat ke-10 secara global dalam hal emisi per orang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden China dorong lebih banyak pekerja saintek berpartisipasi dalam popularisasi sains
Indonesia
•
24 Jul 2023

Penelitian: Minum kopi pahit atau manis mungkin kurangi risiko kematian
Indonesia
•
31 May 2022

Biden rilis perintah eksekutif untuk atasi berbagai risiko AI
Indonesia
•
31 Oct 2023

Indonesia ubah sampah plastik jadi bahan bakar
Indonesia
•
21 Oct 2019


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
