PLTN Fukushima Daiichi buang 55.000 ton lebih air limbah terkontaminasi nuklir ke laut pada 2025

Foto yang diabadikan pada 12 November 2011 ini menunjukkan bangunan pembangkit tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang rusak di Fukushima, Jepang. (Xinhua)

Air limbah terkontaminasi nuklir yang telah dibuang dari PLTN Fukushima Daiichi di Jepang ke laut telah mencapai 141.000 ton.

 

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak di Jepang telah membuang sebanyak 55.011 ton air limbah yang terkontaminasi nuklir ke laut pada tahun fiskal 2025, demikian disampaikan Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO) dalam rilis pers pada Selasa (24/3).

Menurut TEPCO, fasilitas tersebut melakukan tujuh putaran pembuangan sepanjang tahun fiskal 2025, yang berlangsung dari April 2025 hingga Maret 2026. Air limbah yang dibuang ke laut itu mengandung sekitar 16 triliun becquerel tritium radioaktif.

Perusahaan tersebut berencana melakukan delapan putaran pembuangan pada tahun fiskal 2026, dengan total volume yang diperkirakan mencapai sekitar 62.400 ton.

Meskipun mendapat kekhawatiran dan penolakan luas dari komunitas internasional, Jepang secara sepihak mulai membuang air limbah yang terkontaminasi nuklir dari PLTN tersebut ke laut pada Agustus 2023. Hingga saat ini, total 18 putaran pembuangan telah diselesaikan, dengan volume kumulatif sekitar 141.000 ton air limbah yang dibuang ke laut. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait