
Kepala UNRWA minta dukungan untuk perannya implementasikan gencatan senjata di Gaza

Warga Palestina terlihat di antara tenda-tenda untuk keluarga pengungsi di Gaza City pada 10 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Philippe Lazzarini, komisaris jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA), menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mendukung badan tersebut mempertahankan perannya sebagai pemain kunci dalam mengimplementasikan gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Philippe Lazzarini, komisaris jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA), pada Ahad (9/2) menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mendukung badan tersebut mempertahankan perannya sebagai pemain kunci dalam mengimplementasikan gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza."UNRWA harus didukung untuk terus menjadi pelaksana utama kesepakatan gencatan senjata yang rapuh ini," ujar Lazzarini dalam sebuah pernyataan.Dia menyoroti mandat UNRWA yang luas dan kepercayaan yang kuat dalam komunitas lokal di Gaza, seraya menggambarkan badan itu sebagai model untuk pekerjaan kemanusiaan di kawasan yang masyarakatnya telah mengalami pengeboman dan pengungsian tanpa henti selama 15 bulan.Sejak gencatan senjata diberlakukan dua pekan lalu, UNRWA telah menyalurkan bantuan makanan kepada lebih dari 1,2 juta orang, kata Lazzarini. Dia menambahkan badan tersebut akan terus bekerja sama dengan Program Pangan Dunia (WFP) untuk memastikan bantuan menjangkau semua orang yang membutuhkan di seluruh daerah kantong tersebut.UNRWA juga telah membuka 10 tempat perlindungan baru untuk menampung para pengungsi yang kembali ke Gaza bagian utara, mendistribusikan tenda, selimut, plastik, dan pakaian hangat karena badai dan hujan lebat masih terus melanda.Badan itu telah memperbaiki sumur air, menyediakan layanan air, dan mengelola pembuangan limbah untuk sekitar 500.000 orang di dalam dan di sekitar tempat perlindungan. Badan itu juga telah memasok pasokan medis kepada tim layanan kesehatan primernya, sehingga mereka dapat memberikan hingga 17.000 konsultasi medis setiap hari melalui klinik dan unit keliling, kata Lazzarini.Pada Januari lalu, Israel secara resmi melarang UNRWA beroperasi di wilayahnya. Akibatnya, staf internasional terpaksa meninggalkan Yerusalem Timur karena visa mereka telah habis masa berlakunya, ungkap Lazzarini. Namun, dia menyatakan operasi di Gaza dan Tepi Barat tidak terpengaruh.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Media Jepang: Serangan AS terhadap Iran ancam tatanan internasional
Indonesia
•
05 Mar 2026

NYT: Skenario terburuk akan terjadi jika Biden abaikan plafon utang
Indonesia
•
11 May 2023

Masjid di Sydney terima surat ancaman pembunuhan
Indonesia
•
23 Jan 2026

Kemenlu China: China-ASEAN tempuh jalur persahabatan dan pembangunan bersama
Indonesia
•
18 Jul 2023


Berita Terbaru

Houthi klaim targetkan tiga kapal tanker Arab Saudi dalam 48 Jam, ketegangan Laut Merah memanas
Indonesia
•
27 Jul 2026

Otoritas Gaza: Dua pejabat keamanan Hamas tewas akibat serangan udara Israel
Indonesia
•
27 Jul 2026

Empat tentara AS tewas, data Pentagon gambarkan meningkatnya dampak konflik dengan Iran
Indonesia
•
27 Jul 2026

Prancis dilanda karhutla terburuk 2026, hampir 100.000 hektare lahan hangus
Indonesia
•
26 Jul 2026
