
Feature – Diterpa badai musim dingin, perjuangan pengungsi Gaza untuk bertahan hidup kian berat

Seorang pria berusaha memperbaiki tenda yang rusak akibat hujan deras di Gaza City pada 6 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Situasi semakin memburuk di Gaza saat musim dingan menerpa, ketika tanah berubah menjadi rawa lumpur yang tebal, menjebak mereka yang mengungsi dan menghalangi kemungkinan untuk melarikan diri atau mengakses bantuan.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Badai musim dingin yang dahsyat sedang melanda Jalur Gaza, membuat perjuangan para pengungsi Palestina untuk bertahan hidup kian berat.Tenda-tenda tipis yang menampung para pengungsi tidak cocok untuk menghadapi angin yang kencang dan dingin.Bagi warga Gaza, badai tersebut bukan hanya bentuk kekuatan alam, melainkan sebuah tragedi tambahan dalam rentetan bencana yang telah menghancurkan kehidupan mereka."Saya berusaha berlindung di dalam tenda bersama anak perempuan dan suami saya, tetapi angin kencang merobek tenda kami, dan kami pun terpapar udara dingin," kata Halima Baraka, seorang ibu yang tinggal di sebuah tenda sementara di Kota Deir al-Balah, Gaza tengah, kepada Xinhua."Saya dan suami saya bahkan tidak dapat melindungi putri kami dari udara dingin yang menusuk. Tidak ada seorang pun yang membantu kami," keluhnya.
Seorang pria berusaha memperbaiki tenda yang rusak akibat hujan deras di Gaza City pada 6 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Orang-orang menggunakan api untuk menghangatkan diri di samping tenda mereka pascahujan deras di Gaza City pada 6 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Orang-orang terlihat di dekat tenda mereka yang rusak pascahujan lebat di Gaza City pada 6 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tradisi kerajinan pernis kuno tetap lestari di Bagan, Myanmar
Indonesia
•
28 Aug 2024

30 tahun LSPR Institute apresiasi alumni berprestasi
Indonesia
•
02 Jul 2022

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026

Lowongan guru meningkat, sekolah-sekolah di AS pekerjakan guru di bawah kualifikasi
Indonesia
•
27 Aug 2023


Berita Terbaru

Surat dari Timur Tengah: Tanah Air dirampas, Tatreez menjaga ingatan Palestina tetap hidup
Indonesia
•
08 Sep 2026

2.500 lebih personel penyelamat dikerahkan ke pelabuhan Gyirong yang dilanda tanah longsor di Xizang China
Indonesia
•
07 Sep 2026

China perkuat respons bencana Nepal dengan data satelit dan bantuan kemanusiaan
Indonesia
•
06 Sep 2026

Dari pertukaran berita hingga jurnalis, Forum Shenzhen dorong kolaborasi media
Indonesia
•
06 Sep 2026
