
Pesawat Y12F China kantongi sertifikat tipe dari EASA

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 1 September 2020 ini menunjukkan pesawat Y12F di sebuah bandar udara di Heihe, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. Pesawat Y12F buatan dalam negeri China memperoleh sertifikat tipe dari Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA). (Xinhua/AVIC)
Pesawat Y12F buatan China dengan berat lepas landas maksimal 8,4 ton, mampu mengangkut hingga 19 penumpang, dan dapat digunakan secara luas di berbagai bidang, seperti di antaranya untuk transportasi penumpang dan kargo, pemantauan maritim, fotografi dari udara, eksplorasi geologis, penyelamatan medis, dan curah hujan buatan.
Beijing, China (Xinhua) – Pesawat Y12F buatan dalam negeri China mengantongi sertifikat tipe (type certificate) dari Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA), seperti disampaikan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC).Pesawat kembangan China yang memperoleh sertifikat tipe dari EASA tersebut menjadi sebuah terobosan, kata AVIC, produsen penerbangan terkemuka di China.Y12F, pesawat komuter bermesin turboprop ganda, dikembangkan oleh AVIC Harbin Aircraft Industry Group Co., Ltd.Model pesawat sipil ini memperoleh sertifikat tipe dari Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC) pada 2015. Setelah itu, Y12F mengantongi sertifikat tipe dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat pada 2016.Menurut CAAC, perkembangan baru untuk Y12F ini akan memperluas pasar internasional pesawat tersebut, dan sangat signifikan bagi kerja sama bilateral antara China dan Eropa terkait kelaikan udara.Pesawat Y12F, dengan berat lepas landas maksimal 8,4 ton, dapat mengangkut hingga 19 penumpang.Pesawat ini dapat digunakan secara luas di berbagai bidang, seperti di antaranya untuk transportasi penumpang dan kargo, pemantauan maritim, fotografi dari udara, eksplorasi geologis, penyelamatan medis, dan curah hujan buatan, urai AVIC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti temukan mikroplastik di plasenta ibu
Indonesia
•
28 Dec 2020

Jepang kembali batalkan uji terbang perdana kendaraan eksperimental roket ‘reusable’ akibat malafungsi
Indonesia
•
30 Mar 2026

China ungkap cetak biru untuk pengembangan eksplorasi luar angkasa
Indonesia
•
01 May 2023

China mulai bangun konstelasi satelit orbit ultrarendah
Indonesia
•
13 Jul 2023


Berita Terbaru

Protein yang selama ini lawan kanker ternyata bisa bantu sel kanker bertahan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Gigitan nyamuk bisa jadi ‘booster’ alami untuk cegah malaria, studi ungkap harapan baru
Indonesia
•
15 Aug 2026

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026
