
Gunung Fanjing di China barat daya masuk Daftar Hijau Uni Internasional untuk Konservasi Alam

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 4 Mei 2024 ini menunjukkan pemandangan Gunung Fanjing di Kota Tongren, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Li He)
Gunung Fanjing memiliki ekosistem hutan purba subtropis Asia Tengah yang khas dan masih utuh, dengan 7.925 spesies tanaman dan satwa liar.
Guiyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Cagar Alam Nasional Gunung Fanjing di Provinsi Guizhou, China barat daya, secara resmi telah dimasukkan ke dalam Daftar Hijau Kawasan yang Dilindungi dan Dilestarikan (Green List of Protected and Conserved Areas) oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN), demikian disampaikan otoritas setempat di Kota Tongren, Provinsi Guizhou, pada Ahad (13/10).Daftar Hijau tersebut merupakan program global yang dibentuk oleh IUCN untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati berdasarkan kawasan-kawasan yang dilindungi dan dilestarikan. Program ini berfungsi sebagai standar global untuk mengukur status pengelolaan kawasan-kawasan itu.Dimasukkannya Cagar Alam Nasional Gunung Fanjing ke dalam Daftar Hijau IUCN menandakan pengakuan internasional atas pencapaian-pencapaian konservasi dan peran cagar alam tersebut yang signifikan dalam konservasi keanekaragaman hayati global, ungkap otoritas setempat di Kota Tongren, lokasi gunung tersebut.IUCN berencana akan mengumumkan daftar baru dari kawasan-kawasan yang dilindungi dan dilestarikan yang telah dimasukkan ke dalam Daftar Hijau 2024 pada pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Keanekaragaman Hayati (COP16), yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Kolombia pada akhir Oktober tahun ini.Gunung Fanjing merupakan Situs Warisan Dunia yang mencakup area seluas 775 kilometer persegi. Gunung ini tidak hanya memberikan gambaran sekilas tentang evolusi geologis di China bagian selatan, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung keamanan ekologis di bagian tengah dan hulu Sungai Yangtze.Gunung Fanjing memiliki ekosistem hutan purba subtropis Asia Tengah yang khas dan masih utuh, dengan 7.925 spesies tanaman dan satwa liar. Gunung ini merupakan rumah bagi banyak tanaman peninggalan purba dan spesies langka yang terancam punah, seperti monyet emas Guizhou dan Abies fanjingshanensis.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kampanye aforestasi musim semi diluncurkan di tepi Sungai Kuning yang sedang mencair
Indonesia
•
24 Mar 2024

Keaslian produk daging dan susu dapat dicek dengan teknologi DNA
Indonesia
•
20 Apr 2026

Ilmuwan ungkap kode genetik di balik kemampuan adaptasi lingkungan gandum
Indonesia
•
30 Nov 2024

China kembangkan lapisan baru untuk kontrol termal pesawat ruang angkasa
Indonesia
•
21 Jun 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
