
Alphabet laporkan pertumbuhan pendapatan 14 persen pada Q2 2024

CEO Google Sundar Pichai menghadiri sebuah konferensi pers di Helsinki, Finlandia, pada 20 September 2019. (Xinhua/Matti Matikainen)
Perusahaan induk Google, Alphabet Inc., melaporkan pendapatan kuartal kedua 2024 sebesar 84,74 miliar dolar AS, naik 14 persen dari periode yang sama tahun lalu.
San Francisco, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Alphabet Inc., perusahaan induk Google, pada Selasa (23/7) melaporkan pendapatan kuartal kedua (Q2) 2024 sebesar 84,74 miliar dolar AS, naik 14 persen dari periode yang sama tahun lalu.Saat mengumumkan hasil keuangannya untuk kuartal yang berakhir pada 30 Juni 2024, perusahaan itu mengatakan bahwa laba bersihnya tercatat 23,62 miliar dolar AS, atau 1,89 dolar AS laba per saham terdilusi (earnings per diluted share). Angka tersebut naik dibandingan dengan 18,37 miliar dolar AS, atau 1,44 dolar AS laba per saham terdilusi, yang tercatat dalam periode yang sama pada 2023.Dari seluruh pendapatan sebesar 84,74 miliar dolar AS yang diraup pada Q2 itu, sebanyak 73,93 miliar dolar AS di antaranya berasal dari total Layanan Google termasuk iklan YouTube, menurut laporan keuangan perusahaan tersebut.Laporan Q2 itu juga menunjukkan bahwa penjualan Google Cloud tumbuh menjadi 10,35 miliar dolar AS, naik dari 8,03 miliar dolar AS yang tercatat pada periode yang sama tahun 2023."Kinerja kami yang kuat pada kuartal ini menyoroti kekuatan yang berkelanjutan di Search dan momentum di Cloud. Kami berinovasi di setiap lapisan rangkaian teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kepemimpinan infrastruktur kami yang sudah lama ada dan tim riset internal menempatkan kami pada posisi yang baik dalam menghadapi perkembangan teknologi dan mengejar banyak peluang di masa depan," kata CEO Alphabet Sundar Pichai."Kami membukukan pendapatan sebesar 85 miliar dolar AS, naik 14 persen (yoy) yang didorong oleh Search dan Cloud, yang untuk pertama kalinya melampaui 10 miliar dolar AS dalam pendapatan kuartalan dan 1 miliar dolar AS dalam laba operasional. Seiring dengan upaya kami berinvestasi guna mendukung peluang pertumbuhan tertinggi, kami tetap berkomitmen untuk menciptakan kapasitas investasi dengan terus melakukan penataan ulang basis biaya perusahaan secara berkelanjutan," ungkap Presiden sekaligus Chief Investment Officer (CIO) Alphabet Ruth Porat.*1 dolar AS = 16.024 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pesawat jet C909 buatan China memulai operasional komersial di Vietnam
Indonesia
•
20 Apr 2025

Pasar kehilangan 3 juta barel per hari minyak Rusia bulan depan
Indonesia
•
17 Mar 2022

Mata uang negara berkembang terpuruk, dolar AS tetap berkuasa
Indonesia
•
08 Apr 2022

PDB Indonesia tumbuh 5,03 persen pada 2024
Indonesia
•
06 Feb 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
