
Gedung Putih: Kelompok payung Perlawanan Islam di Irak bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap pasukan AS di Yordania

Gedung Putih terlihat saat hujan salju turun di Washington DC, Amerika Serikat, pada 15 Januari 2023. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Perlawanan Islam di Irak (Islamic Resistance in Iraq/IRI) dituding bertanggung jawab atas serangan drone pada pekan lalu yang menewaskan tiga tentara Amerika Serikat (AS) di Yordania.
Washington, AS (Xinhua) – Sebuah kelompok payung yang dikenal sebagai Perlawanan Islam di Irak (Islamic Resistance in Iraq/IRI) bertanggung jawab atas serangan drone pada pekan lalu yang menewaskan tiga tentara Amerika Serikat (AS) di Yordania, ungkap Gedung Putih pada Rabu (31/1).Koordinator Komunikasi Strategis di Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menyampaikan dalam sebuah konferensi pers rutin Gedung Putih bahwa serangan itu, yang juga melukai lebih dari 40 personel militer AS, telah "direncanakan, didanai, dan difasilitasi" oleh IRI, sebuah kelompok payung yang terdiri dari "berbagai kelompok termasuk Kataib Hizbullah."Kataib Hizbullah merupakan kelompok militan yang beroperasi di Suriah dan Irak yang dituding AS sebagai pelaku serangan berulang kali terhadap personel dan fasilitas militer AS di kawasan itu pascakonflik Israel-Hamas.Militer AS telah meluncurkan beberapa serangan balasan terhadap Kataib Hizbullah, yang dianggap Washington sebagai salah satu proksi terkuat Iran.Namun terkait serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania, Kirby enggan menunjuk secara khusus Kataib Hizbullah saat diminta untuk memaparkan lebih spesifik mengenai kelompok mana yang dituding oleh AS sebagai pelaku serangan tersebut."Ini tentu saja mirip dengan hal-hal yang dilakukan oleh Kataib Hizbullah," ujar Kirby. "Atribusi yang dianggap cocok oleh komunitas intelijen kami terkait hal tersebut adalah ini dilakukan oleh kelompok payung yang disebut Perlawanan Islam di Irak."Presiden AS Joe Biden pada Selasa (30/1) menyampaikan bahwa dirinya telah membuat keputusan terkait bagaimana merespons serangan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa pertama AS sejak konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober tahun lalu. Biden tidak menguraikan lebih lanjut, namun menegaskan bahwa pemerintahannya tidak menginginkan "perang yang lebih luas di Timur Tengah."Kirby menuturkan bahwa respons AS akan bersifat "proses berulang" alih-alih reaksi "sekali waktu". "Ini akan menjadi respons dari waktu ke waktu. Anda dapat memperkirakan bahwa presiden akan terus mempertimbangkan opsi yang ada ke depan," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei: Makin banyak orang Amerika tidak percaya Tuhan
Indonesia
•
20 Jun 2022

Peluncuran kembali reaktor nuklir Swedia yang rusak ditunda lagi
Indonesia
•
28 Jan 2023

China luncurkan penyelidikan antidumping bahan kimia dari UE, AS, Taiwan, dan Jepang
Indonesia
•
20 May 2024

Trump sebut hasil perundingan dengan Iran akan jelas dalam waktu sekitar 24 jam
Indonesia
•
11 Apr 2026


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
