China-Singapura setujui peningkatan pakta perdagangan dan kesepakatan visa 30 hari

Foto menunjukkan pemandangan malam di kawasan wisata Hongyadong di Chongqing, China barat daya, pada 3 Agustus 2023. Inisiatif Demonstrasi Konektivitas Strategis China-Singapura (Chongqing) diluncurkan pada 2015, yang merupakan inisiatif kerja sama semacam itu ketiga antara China dan Singapura. Melalui proyek kerja sama ini, pertukaran antara Chongqing dan Singapura di sektor bisnis, pariwisata rekreasi, dan budaya telah diperdalam dalam beberapa tahun terakhir. (Xinhua/Liu Chan)

Perjanjian Perdagangan Bebas China-Singapura (China-Singapore Free Trade Agreement/CSFTA) telah disepakati oleh kedua negara untuk lebih ditingkatkan.

 

Tianjin, China (Xinhua) – China dan Singapura pada Kamis (7/12) mengumumkan bahwa kedua pihak telah mencapai protokol untuk lebih meningkatkan Perjanjian Perdagangan Bebas China-Singapura (China-Singapore Free Trade Agreement/CSFTA), sekaligus menyepakati pengaturan pembebasan visa bersama selama 30 hari bagi pemegang paspor biasa.

Kabar ini muncul ketika Ding Xuexiang, anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Dewan Negara China, bertemu di Tianjin dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong.

Ding dan Wong juga memimpin pertemuan ke-19 Dewan Gabungan China-Singapura untuk Kerja Sama Bilateral, pertemuan ke-24 Dewan Pengarah Gabungan (Joint Steering Council/JSC) Kawasan Industri Suzhou China-Singapura, pertemuan ke-15 JSC Kota Ramah Lingkungan Tianjin China-Singapura, dan pertemuan ketujuh JSC Inisiatif Demonstrasi (Chongqing) China-Singapura tentang Konektivitas Strategis.

Ding mengatakan bahwa tahun ini memiliki arti khusus bagi perkembangan hubungan China-Singapura. Dia meminta kedua pihak untuk secara erat memusatkan perhatian pada orientasi baru hubungan China-Singapura, memanfaatkan platform pertemuan mekanisme kerja sama bilateral, mendorong peningkatan kerja sama yang telah ada, menjajaki lebih banyak bidang kerja sama baru, dan bersama-sama mengimplementasikan konsensus penting para pemimpin dari kedua negara.

Hubungan Singapura-China menikmati momentum pembangunan yang kuat dan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative) telah membuahkan hasil, tutur Wong, seraya menambahkan bahwa Singapura bersedia bekerja sama dengan China untuk semakin memperkuat pertukaran di semua tingkatan, memperdalam sinergi strategi pembangunan, memainkan peran aktif dalam mekanisme kerja sama bilateral, dan mendorong perkembangan baru dalam hubungan bilateral.

Kedua pihak sepakat untuk mendorong kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra berkualitas tinggi, terus memperluas dan memperkuat pembangunan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru, memperdalam kerja sama di pasar pihak ketiga, meningkatkan proyek-proyek kerja sama utama, secara aktif memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital dan energi laut, membangun pola pertukaran budaya dan antarmasyarakat yang terdiversifikasi dan interaktif, serta bersama-sama menegakkan sistem perdagangan multilateral.

Kedua pihak mengumumkan 24 hasil kerja sama, termasuk protokol untuk lebih meningkatkan CSFTA, serta pengaturan pembebasan visa bersama selama 30 hari bagi pemegang paspor biasa.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan