
Perdagangan UEA–Indonesia tembus 5,4 miliar dolar AS, cakup energi hingga ekonomi digital

Duta Besar UEA untuk Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste, Abdulla Salem AlDhaheri, saat menerima puluhan mahasiswa pascasarjana Georgetown University di kediamannya di Jakarta awal Mei 2026. (Kedutaan Besar UEA)
Arus investasi UEA ke Indonesia sepanjang 2021–2025 mencapai 4,3 juta dolar AS, mencakup sektor energi terbarukan, pelabuhan, logistik, keuangan, serta ekosistem digital.
Jakarta (Indonesia Window) – Hubungan ekonomi antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan seiring peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak 30 April 1976.
Kemitraan strategis tersebut makin diperkuat melalui kerja sama di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan hingga ekonomi digital, kata Duta Besar UEA untuk Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste, Abdulla Salem AlDhaheri, saat menerima puluhan mahasiswa pascasarjana Georgetown University di kediamannya di Jakarta awal Mei lalu.
Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar UEA di Jakarta yang diterima pada Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes AlDhaheri menegaskan bahwa hubungan erat antara Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi fondasi utama penguatan agenda bilateral kedua negara.
Sejak dilantik, Presiden Prabowo tercatat telah tiga kali melakukan kunjungan ke UEA, yang mencerminkan posisi strategis negara tersebut bagi Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Kerja sama ekonomi kedua negara kini berkembang melampaui sektor tradisional seperti minyak dan penerbangan. Kolaborasi bilateral telah diperluas ke sejumlah bidang, termasuk energi bersih, investasi strategis, pelabuhan dan logistik, pusat data dan infrastruktur digital, jasa keuangan, pendidikan, serta inovasi teknologi.
Kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) turut menjadi pendorong utama peningkatan perdagangan bilateral. Nilai perdagangan kedua negara meningkat dari 1,9 miliar dolar AS pada 2020 menjadi 5,4 miliar dolar AS pada 2024.
Di bidang investasi, arus investasi UEA ke Indonesia sepanjang 2021–2025 mencapai 4,3 juta dolar AS. Investasi tersebut mencakup sektor energi terbarukan, pelabuhan, logistik, keuangan, serta ekosistem digital. Sementara itu, investasi Indonesia ke UEA tercatat sebesar 78,1 juta dolar AS.
Sejumlah perusahaan besar UEA juga aktif menanamkan modal di Indonesia. DP World mencatatkan nilai investasi hingga 7,5 miliar dolar AS, sedangkan Masdar menginvestasikan sekitar 508,9 juta dolar AS, termasuk pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata di Jawa Barat.
Selain ekonomi, Indonesia dan UEA juga memperkuat kerja sama lingkungan melalui Mangrove Alliance for Climate serta pendirian Mohamed bin Zayed–Joko Widodo International Mangrove Research Centre di Bali sebagai pusat riset mangrove internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Gandeng Neta, Evista luncurkan layanan taksi listrik di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II
Indonesia
•
05 Oct 2024

Tingkat pengangguran Kanada meningkat pada Februari 2024
Indonesia
•
11 Mar 2024

Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia akan gelar Munas II
Indonesia
•
19 Feb 2025

DFSK buka prapemesanan kendaraan listrik hibrida ‘plug-in’ di Indonesia, klaim jarak tempuh hingga 1.400 km
Indonesia
•
25 Jun 2026


Berita Terbaru

IMF proyeksikan ekonomi global tumbuh 3,1 persen pada 2026, AI jadi penopang
Indonesia
•
13 Oct 2026

OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari
Indonesia
•
14 Oct 2026

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026
