Pelabuhan Singapura tangani 44,66 juta TEU, tetap jadi pusat pelayaran terbaik dunia selama 13 tahun beruntun

Foto dokumentasi menunjukkan dermaga Pasir Panjang di Singapura. (Xinhua/Then Chih Wey)

Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Singapura kembali mempertahankan posisi teratas dalam Indeks Pengembangan Pusat Pelayaran Internasional Xinhua-Baltic (Xinhua-Baltic International Shipping Centre Development Index/ISCDI) 2026, mempertahankan posisi teratas selama 13 tahun berturut-turut, demikian disampaikan Baltic Exchange dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (10/7).

Posisi terdepan ini mencerminkan lokasi strategis negara kota tersebut serta layanan maritim yang telah mapan, mencakup sektor keuangan, asuransi, dan keahlian hukum, serta perannya dalam pengembangan bahan bakar alternatif dan inovasi teknologi, menurut pernyataan tersebut.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan (Maritime and Port Authority/MPA) Singapura pada Jumat mengatakan bahwa pengakuan yang berkelanjutan ini mencerminkan komitmen kuat serta upaya kolektif dari para mitra industri dan komunitas maritim yang lebih luas.

Pada 2025, Pelabuhan Singapura menangani rekor 44,66 juta TEU (twenty-foot equivalent unit) dalam throughput kontainer dan 3,22 miliar tonase kotor dalam kedatangan kapal.

Pelabuhan tersebut juga mempertahankan posisinya sebagai pusat pengisian bahan bakar kapal (bunkering hub) terbesar di dunia, dengan memasok rekor 56,77 juta ton bahan bakar laut, termasuk peningkatan volume bahan bakar alternatif, ungkap MPA.

Dipublikasikan bersama oleh Baltic Exchange dan Kantor Berita Xinhua China, indeks ini memeringkatkan pusat-pusat pelayaran terkemuka berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap faktor-faktor pelabuhan, layanan bisnis profesional, dan lingkungan umum. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait