
Laporan PBB: Perdagangan global akan lampaui 35 triliun dolar AS pada 2025

Foto yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 4 Desember 2025 ini menunjukkan kendaraan kendali otomatis (automated guided vehicle) mengangkut peti kemas di sebuah terminal peti kemas yang sepenuhnya otomatis di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Li Ziheng)
Perdagangan global 2025 diproyeksikan tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini setara dengan kenaikan 2,2 triliun dolar AS dari total perdagangan tahun lalu.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani isu perdagangan dan pembangunan, United Nations Trade and Development (UNCTAD), pada Selasa (9/12) menyampaikan bahwa perdagangan barang dan jasa global diproyeksikan akan melampaui 35 triliun dolar AS pada 2025, pertama kalinya dalam sejarah.*1 dolar AS = 16.677 rupiahTerlepas dari ketegangan geopolitik, biaya yang lebih tinggi, dan permintaan global yang tidak merata, yang memperlambat momentum pertumbuhan, perdagangan global terus tumbuh hingga paruh kedua (H2) 2025, kata UNCTAD dalam laporan terbarunya.Laporan itu mengatakan perdagangan global diproyeksikan tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini setara dengan kenaikan 2,2 triliun dolar AS dari total perdagangan tahun lalu.Laporan tersebut menambahkan bahwa volume perdagangan yang lebih kuat menjelang akhir tahun ini, alih-alih kenaikan harga yang memicu inflasi, menjadi pendorong utama pertumbuhan, mencerminkan permintaan global yang stabil.Asia Timur mencatat pertumbuhan ekspor terkuat, yaitu 9 persen dalam setahun terakhir, dengan perdagangan intraregional melonjak 10 persen. Perdagangan Afrika dan Selatan-Selatan juga mencatat peningkatan yang kuat, yang menunjukkan semakin besarnya pengaruh perekonomian-perekonomian emerging dalam perdagangan global.Laporan tersebut menggarisbawahi meningkatnya tren friendshoring dan nearshoring, yaitu pergeseran perdagangan menuju mitra yang sejalan secara politik atau lebih dekat secara geografis. Tren ini sedang membentuk ulang pola perdagangan global.Ke depannya, UNCTAD memproyeksikan pertumbuhan akan melemah pada 2026, dipicu oleh sejumlah faktor seperti aktivitas global yang lebih lambat, meningkatnya utang, biaya perdagangan yang lebih tinggi, dan ketidakpastian yang terus berlanjut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga batu bara acuan April naik menjadi 86,68 dolar AS per ton
Indonesia
•
06 Apr 2021

Putusan Pengadilan Perdagangan AS buka jalan bagi pengembalian tarif
Indonesia
•
05 Mar 2026

Survei: Kepercayaan diri CEO Singapura turun akibat inflasi dan beban biaya
Indonesia
•
19 Mar 2025

Konsumsi buah dan sayuran di Italia turun ke rekor terendah akibat inflasi
Indonesia
•
21 Sep 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
