
FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal

Foto dokumentasi ini menampilkan Staf Khusus Menteri Transmigrasi Yoyo A. Budiyanto (kanan) mengunjungi pabrik Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. atau FreeNow di Tongxiang, Provinsi Zhejiang, China. (Kementerian Transmigrasi RI)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (RI) menyatakan kehadiran Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. atau FreeNow, perusahaan asal China yang bergerak di sektor makanan dan minuman, melalui PT Freenow Food Industry di Morowali, Sulawesi Tengah, berpeluang memperkuat perekonomian daerah.
Staf Khusus Menteri Transmigrasi Yoyo A. Budiyanto menyampaikan bahwa pabrik pengolahan kelapa FreeNow yang beroperasi sejak September 2026 itu memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Menurut Yoyo, investasi tersebut mampu menyerap hingga 1.000 tenaga kerja lokal.
Yoyo A. Budiyanto mengatakan investasi FreeNow di Indonesia diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi pabrik FreeNow di Tongxiang, Provinsi Zhejiang, China, pada 17 Oktober lalu, dikutip pada Selasa (27/10).
Yoyo mengharapkan bahwa pengembangan usaha FreeNow di China dapat diikuti dengan perluasan investasi di Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.
Kementerian Transmigrasi menilai, bagi kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya, pengembangan industri berbasis potensi daerah dapat membuka peluang usaha baru serta memperluas kesempatan masyarakat lokal untuk terlibat dalam rantai produksi dan distribusi.
Sementara itu, pihak FreeNow menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kementerian Transmigrasi RI. Perusahaan itu juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga pabrik FreeNow dapat mulai beroperasi.
Perusahaan yang berdiri sekitar 10 tahun lalu itu kini memiliki enam pabrik, termasuk satu fasilitas produksi di Indonesia.
Manajemen FreeNow mengharapkan bahwa bisnisnya dapat berkembang pesat di Indonesia, seiring adanya dukungan dari pemerintah Indonesia.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kunjungan wisman pada Januari-November 2024 meningkat 20 persen
Indonesia
•
07 Jan 2025

Pertemuan Tingkat Menteri APEC 2023 dimulai dengan fokus pada ketahanan dan keberlanjutan
Indonesia
•
16 Nov 2023

Stasiun Whoosh Karawang resmi beroperasi
Indonesia
•
26 Dec 2024

Perjanjian perdagangan bebas Filipina-Korsel capai tahap akhir
Indonesia
•
15 Mar 2023


Berita Terbaru

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026

Ekspor buah Indonesia ke China capai 5,94 triliun rupiah, durian dan manggis mendominasi
Indonesia
•
26 Oct 2026
