
Perajin perak Kotagede bertahan di tengah lesunya ekspor dan kenaikan harga bahan baku

Foto yang diabadikan pada 25 April 2026 ini menunjukkan seorang perajin membuat kerajinan perak di sebuah pusat industri perak di Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Yogyakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kawasan Kotagede di Kota Yogyakarta, terkenal dengan kerajinan peraknya yang indah untuk pasar ekspor maupun dalam negeri. Namun, dalam beberapa bulan terakhir situasi geopolitik global mulai berpengaruh pada lesunya permintaan ekspor kerajinan perak Kotagede dari sejumlah negara. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan baku perak secara signifikan.

Kenaikan harga jual juga berdampak pada daya beli konsumen. Kendati demikian, sejumlah perajin di Kotagede tetap berupaya memproduksi kerajinan perak di tengah tantangan harga perak yang meningkat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konsumsi gas alam China naik pada Oktober 2022
Indonesia
•
05 Dec 2022

BI: Transaksi ‘e-commerce’ capai 530 triliun rupiah pada 2022
Indonesia
•
11 Dec 2021

Fokus Berita – Pelaku industri kritik rencana tarif UE atas EV impor dari China
Indonesia
•
23 Aug 2024

Pariwisata global pada 2024 hampir pulih ke tingkat prapandemi
Indonesia
•
23 Jan 2025


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
