
Perajin perak Kotagede bertahan di tengah lesunya ekspor dan kenaikan harga bahan baku

Foto yang diabadikan pada 25 April 2026 ini menunjukkan seorang perajin membuat kerajinan perak di sebuah pusat industri perak di Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Yogyakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kawasan Kotagede di Kota Yogyakarta, terkenal dengan kerajinan peraknya yang indah untuk pasar ekspor maupun dalam negeri. Namun, dalam beberapa bulan terakhir situasi geopolitik global mulai berpengaruh pada lesunya permintaan ekspor kerajinan perak Kotagede dari sejumlah negara. Kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga bahan baku perak secara signifikan.

Kenaikan harga jual juga berdampak pada daya beli konsumen. Kendati demikian, sejumlah perajin di Kotagede tetap berupaya memproduksi kerajinan perak di tengah tantangan harga perak yang meningkat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengusaha Bogor diharapkan ciptakan ekosistem kreatif, berkelanjutan
Indonesia
•
01 Sep 2025

Harga batu bara acuan Oktober naik, tembus 161,63 dolar AS per ton
Indonesia
•
06 Oct 2021

Retailer perabot rumah tangga Bed Bath & Beyond alami kerugian besar
Indonesia
•
06 Jan 2023

Semakin banyak fasilitas pemurnian logam di bawah UU Minerba
Indonesia
•
12 Dec 2019


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
