
Fokus Berita – WEF serukan kerja sama global, peringatkan hambatan perdagangan tak untungkan siapa pun

Foto yang diabadikan pada 20 Januari 2025 ini menunjukkan logo Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Ekonomi global diperkirakan akan kembali menghadapi tahun yang penuh ketidakpastian dan pertumbuhan yang tidak merata.
Davos, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Di tengah meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian global yang belum pernah terjadi sebelumnya, pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang sedang berlangsung menekankan kebutuhan mendesak akan perekonomian global yang terbuka dan inklusif serta kerja sama internasional yang diperkuat guna mengatasi berbagai tantangan ekonomi dan memastikan pemulihan yang berkelanjutan.Pemulihan yang lemahEkonomi global diperkirakan akan kembali menghadapi tahun yang penuh ketidakpastian dan pertumbuhan yang tidak merata, menurut laporan terbaru Chief Economists Outlook WEF. Laporan ini diluncurkan menjelang pertemuan tahunan WEF yang tahun ini mengusung tema "Kolaborasi untuk Era Cerdas" (Collaboration for the Intelligent Age).Laporan Chief Economists Outlook menyebutkan bahwa 56 persen kepala ekonom yang disurvei memperkirakan ekonomi global akan melemah pada 2025, dibandingkan dengan hanya 17 persen yang memprediksi adanya perbaikan. Selain itu, sejumlah diskusi utama dalam pertemuan tahunan ini didominasi oleh frasa-frasa seperti "ketidakpastian yang sangat tinggi" dan "berada di persimpangan jalan".Pada 17 Januari lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) merilis pembaruan prospek globalnya, yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3 persen pada 2025 dan 2026. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan global sebesar 3,7 persen yang tercatat antara 2000 hingga 2019.
Orang-orang menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2025. (Xinhua/Lian Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak melonjak karena peringatan nuklir Rusia saat sanksi meningkat
Indonesia
•
28 Feb 2022

Minyak jatuh di Asia, penyebaran Omicron redupkan prospek permintaan
Indonesia
•
20 Dec 2021

Sukuk tingkatkan cadangan devisa Juni 2020
Indonesia
•
07 Jul 2020

Provinsi Guizhou di China targetkan ekonomi digital tembus 1 triliun yuan pada 2024
Indonesia
•
25 Jan 2024


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
