Dalam semalam, 22 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Rafah

Orang-orang memeriksa rumah yang hancur di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 6 Mei 2024. (Xinhua/Khaled Omar)

Penyerangan intensif Israel menargetkan sejumlah rumah tempat tinggal dan lahan pertanian di Rafah, Jalur Gaza selatan, menewaskan 22 jiwa.

 

Gaza, Palestina (Xinhua) – Sedikitnya 22 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel yang dilancarkan pada malam hari di Rafah, Jalur Gaza selatan, demikian disampaikan sumber keamanan dan medis Palestina pada Senin (6/5).

Sejumlah sumber keamanan mengatakan kepada Xinhua bahwa pesawat tempur Israel melancarkan lebih dari 12 serangan dalam semalam di berbagai wilayah Kota Rafah di sebelah selatan jauh Gaza.

Penyerangan intensif Israel tersebut menargetkan sejumlah rumah tempat tinggal dan lahan pertanian, kata sumber tersebut.

Penyerangan intensif Israel
Asap mengepul pascaserangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 7 Mei 2024. Sedikitnya 22 warga Palestina tewas dalam serangan udara intensif Israel di Rafah, kata sumber keamanan dan medis Palestina pada Selasa (7/5). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Sementara itu, sejumlah sumber medis mengatakan kepada Xinhua bahwa aksi pengeboman tersebut menyebabkan tewasnya 22 warga Palestina, termasuk 10 anak dan lima wanita. Beberapa lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit kota itu untuk menjalani perawatan.

Tentara Israel pada Senin memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi dari Rafah timur sebagai persiapan untuk serangan yang direncanakan di daerah tersebut.

Penyerangan intensif Israel
Orang-orang meninggalkan rumah mereka di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 6 Mei 2024. Militer Israel pada Senin (6/5) malam waktu setempat mengatakan bahwa pihaknya melancarkan serangan udara berskala besar di Rafah, kota paling selatan Gaza. Sebelumnya pada hari yang sama, Israel mengatakan bahwa mereka telah meminta warga sipil untuk melakukan evakuasi dari Rafah timur menjelang rencana serangan darat. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Israel menganggap Rafah sebagai benteng besar terakhir Hamas di Jalur Gaza. Terletak di bagian paling selatan Jalur Gaza, Rafah menampung sekitar 1,4 juta warga Palestina.

Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyusul serangan mendadak Hamas di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan