Pakar Thailand sebut posisi China dalam penyelesaian krisis Ukraina patut didukung

Dai Bing (tengah, depan), kuasa usaha dari misi tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berpidato dalam pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan tentang Ukraina di markas besar PBB di New York City pada 24 Februari 2023. (Xinhua/Xie E)
Penyelesaian politik krisis Ukraina yang diusulkan China dalam sebuah makalah baru-baru ini mencakup semua elemen yang diperlukan yang dapat mewujudkan gencatan senjata dan pada akhirnya membawa perdamaian, sehingga patut mendapat dukungan.
Bangkok, Thailand (Xinhua) – Usulan China untuk penyelesaian politik krisis Ukraina mencakup semua elemen yang diperlukan yang dapat mewujudkan gencatan senjata dan pada akhirnya membawa perdamaian, sehingga patut mendapat dukungan, kata seorang pakar Thailand.Kavi Chongkittavorn, senior fellow dari Institut Keamanan dan Studi Internasional di Universitas Chulalongkorn yang berbasis di Bangkok, menyampaikan pernyataan tersebut saat mengomentari sebuah makalah yang menyatakan posisi China dalam penyelesaian politik krisis Ukraina.Dalam makalah tersebut, China mengusulkan solusi bagi krisis yang menyentuh gejala dan akar penyebabnya, dan berpendapat bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk krisis Ukraina.Usulan China untuk perdamaian di Ukraina "harus mendapat pertimbangan serius karena mencakup semua elemen yang diperlukan yang dapat mewujudkan gencatan senjata dan pada akhirnya membawa perdamaian," tulis Kavi dalam artikel resmi di harian Bangkok Post.Menurutnya, posisi China selaras dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan nasional semua negara, melanjutkan pembicaraan damai, menyelesaikan krisis kemanusiaan serta mengurangi risiko strategis."Bagi kawasan tersebut, setiap seruan untuk dialog damai dan bantuan kemanusiaan yang cepat mencerminkan realitas di lapangan yang dihadapi negara-negara kawasan dan layak mendapat dukungan," tulisnyaLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi fasilitasi naturalisasi bagi orang berbakat luar biasa
Indonesia
•
06 Dec 2019

Duma ratifikasi perjanjian aksesi Donetsk, Lugansk, Zaporizhzhia, dan Kherson ke Rusia
Indonesia
•
04 Oct 2022

YouTube tutup saluran Russia Today dan Sputnik di Inggris dan Eropa
Indonesia
•
01 Mar 2022

Suriah kecam bom mobil maut di Manbij, bersumpah akan hukum pelaku
Indonesia
•
05 Feb 2025
Berita Terbaru

UNICEF: Hampir 23 juta warga Afghanistan butuh bantuan kemanusiaan pada 2025
Indonesia
•
17 Feb 2026

Netanyahu sebut perang Gaza bisa berlanjut jika tak tercapai kesepakatan dengan Iran
Indonesia
•
16 Feb 2026

Trump akan dukung serangan Israel jika pembicaraan AS-Iran gagal
Indonesia
•
16 Feb 2026

Fokus Berita – Teheran kukuh pertahankan garis merah untuk pembicaraan putaran kedua dengan AS di Jenewa
Indonesia
•
16 Feb 2026
