
China putuskan jatuhkan sanksi pada lima perusahaan industri pertahanan AS

Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2023 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS).(Xinhua/Liu Jie)
Penjualan senjata AS ke Taiwan yang terang-terangan melanggar prinsip Satu China dan ketentuan tiga komunike bersama China-AS, khususnya komunike bersama 17 Agustus 1982, serta sanksi sepihak tidak sah yang dijatuhkan AS terhadap perusahaan dan individu China dengan berbagai dalih palsu sangat membahayakan kepentingan kedaulatan dan keamanan China.
Beijing, China (Xinhua) – China memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada lima perusahaan industri pertahanan Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Ahad (7/1).Belum lama ini AS mengumumkan penjualan senjata baru ke Taiwan dan memberikan sanksi kepada sejumlah bisnis dan individu China dengan berbagai dalih. Juru bicara itu mengumumkan keputusan tersebut saat ditanya mengenai langkah balasan dari China.Penjualan senjata AS ke daerah Taiwan di China yang terang-terangan melanggar prinsip Satu China dan ketentuan tiga komunike bersama China-AS, khususnya komunike bersama 17 Agustus 1982, serta sanksi sepihak tidak sah yang dijatuhkan AS terhadap perusahaan dan individu China dengan berbagai dalih palsu sangat membahayakan kepentingan kedaulatan dan keamanan China, kata juru bicara itu.Penjualan senjata AS dan sanksi sepihak yang tidak sah juga merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan yang sah dan sesuai hukum dari perusahaan dan individu China. China sangat menyesalkan dan dengan tegas menentang hal ini serta telah melayangkan protes keras kepada AS, ungkap sang juru bicara.Lebih lanjut juru bicara tersebut mengatakan bahwa sebagai respons atas tindakan yang sangat keliru yang dilakukan oleh AS ini dan berdasarkan Undang-Undang Anti-Sanksi Asing China, maka China memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada lima perusahaan industri pertahanan AS, yaitu BAE Systems Land and Armament, Alliant Techsystems Operation, AeroVironment, ViaSat, dan Data Link Solutions.Langkah balasan ini meliputi pembekuan properti perusahaan-perusahaan tersebut di China, termasuk properti bergerak dan tidak bergerak mereka, serta melarang organisasi dan individu di China untuk bertransaksi dan bekerja sama dengan mereka, imbuh juru bicara tersebut."Saya ingin menekankan bahwa pemerintah China tetap teguh dalam tekad kami untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas teritorial serta melindungi hak-hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan dan warga negara China," lanjutnya.China mendesak AS untuk mematuhi prinsip Satu China dan tiga komunike bersama China-AS, mematuhi hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, berhenti mempersenjatai Taiwan, serta berhenti menargetkan China dengan sanksi sepihak yang tidak sah, ujar juru bicara tersebut, seraya menambahkan bahwa "jika tidak, akan ada respons yang kuat dan tegas dari China."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia: Dinas intelijen dan perusahaan farmasi AS terlibat dalam penelitian biologi militer di Ukraina
Indonesia
•
26 Dec 2022

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026

COVID-19 – Peneliti: Rusia bisa capai kekebalan kawanan tahun ini
Indonesia
•
21 Aug 2021
Saudi berlakukan jam malam 24 jam di Makkah dan Madinah
Indonesia
•
02 Apr 2020


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
