
Penjualan retail AS berpotensi turun imbas perang dengan Iran

Foto yang diabadikan pada 31 Maret 2026 ini menunjukkan harga bensin yang terpampang di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di New York, Amerika Serikat. (Xinhua/Zhang Fengguo)
Penjualan retail Amerika Serikat pada Februari 2026 mencatat kenaikan, tetapi hal itu dapat berubah bulan depan jika perang dengan Iran berlarut-larut.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Penjualan retail Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026 mencatat kenaikan, tetapi hal itu dapat berubah bulan depan jika perang dengan Iran berlarut-larut, seperti diperingatkan para pakar.
Penjualan retail AS naik 0,6 persen pada Februari dibandingkan bulan sebelumnya, kata Biro Sensus AS di bawah Departemen Perdagangan pada Rabu (1/4) dalam sebuah laporan bulanan. Namun, laporan tersebut disusun sebelum pecahnya perang di Iran – yang kini memasuki pekan kelima – dan para pakar mengatakan bahwa penjualan retail bulan depan berpotensi turun.
"Saya tidak melihat adanya cara untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan penjualan yang lebih lambat. Satu-satunya pertanyaan adalah seberapa besar," kata Dean Baker, salah satu pendiri Center for Economic and Policy Research, kepada Xinhua.
Selama perang dengan AS dan Israel, Iran menyebabkan gangguan parah terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz. Dampaknya, harga minyak melonjak, dan para ekonom memperkirakan bahwa inflasi berpotensi naik tahun ini.
Gary Hufbauer, rekan senior nonresiden di Peterson Institute for International Economics, mengatakan kepada Xinhua bahwa dia yakin harga minyak akan tetap berada di kisaran 100 dolar AS per barel untuk hampir sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, dia memperkirakan inflasi akan mendekati atau bahkan melampaui 4 persen akibat perang dengan Iran.
*1 dolar AS = 16.984 rupiah
Terlepas dari pernyataan yang sering dilontarkan Presiden AS Donald Trump bahwa perang akan segera berakhir, para pakar mencatat bahwa mengakhiri konflik tersebut mungkin lebih sulit daripada yang diyakini sang presiden.
Trump mengatakan kedua negara saat ini sedang melakukan pembicaraan, meskipun Teheran membantahnya.
Trump sempat mengemukakan gagasan untuk menarik diri dari konflik tanpa menyelesaikan gangguan perdagangan di Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi 20 persen minyak dunia.
Tanpa mengembalikan selat tersebut ke kondisi aktivitas normal praperang, harga minyak dapat tetap tinggi untuk periode yang lebih lama, kata para pakar.
"Saya rasa tidak ada yang berpikir harga minyak akan kembali ke tingkat praperang, bahkan jika selat itu dibuka kembali besok," ujar Baker.
Gangguan ini juga bisa memicu kekurangan pasokan lain.
Akan terjadi kekurangan pupuk untuk penanaman di seluruh dunia, yang berarti hasil panen yang lebih buruk, kecuali Selat Hormuz segera dibuka kembali, kata Baker.
Laporan pada Selasa (31/3) menyebutkan bahwa harga rata-rata nasional bensin di AS naik di atas 4 dolar AS per galon untuk kali pertama sejak 2022. Warga AS semakin menunjukkan reaksi negatif terhadap perekonomian AS seiring berlanjutnya perang, menurut jajak pendapat.
Sebuah jajak pendapat CNN yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga warga AS mengatakan kebijakan Trump telah memperburuk kondisi ekonomi di AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak mentah Indonesia Maret naik jadi 63,50 dolar AS per barel
Indonesia
•
11 Apr 2021

BI keluarkan uang baru peringati hari kemerdekaan
Indonesia
•
16 Aug 2020

Arab Saudi presentasikan visi Pameran Riyadh 2030 di Sidang Umum BIE
Indonesia
•
21 Jun 2023

ASEAN-China teken kesepakatan kerja sama ekonomi senilai 12,1 miliar yuan
Indonesia
•
02 Aug 2023


Berita Terbaru

Bank Sentral Australia peringatkan guncangan ekonomi global bakal makin sering terjadi
Indonesia
•
08 Jul 2026

Bali bakal pasok listrik untuk 100.000 rumah tangga dari pengolahan 500.000 ton sampah per tahun
Indonesia
•
08 Jul 2026

Microsoft PHK 4.800 karyawan di seluruh dunia, restrukturisasi besar di tengah ‘booming’ AI
Indonesia
•
07 Jul 2026

184.740 wisatawan asing gunakan Whoosh, penumpang Malaysia paling banyak
Indonesia
•
07 Jul 2026
