
184.740 wisatawan asing gunakan Whoosh, penumpang Malaysia paling banyak

Penumpang berpose untuk difoto berlatarkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang dikenal sebagai Whoosh, di peron Stasiun Halim di Jakarta pada 2 Juni 2026. (Xinhua/Zhang Yisheng)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – PT. Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mencatat 184.740 warga negara asing (WNA) telah menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dikenal sebagai Whoosh, selama paruh pertama (H1) 2026, dan didominasi oleh para penumpang asal Malaysia.
"Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi pilihan masyarakat Indonesia, tetapi juga semakin banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara. Kehadiran Whoosh memberikan pengalaman perjalanan yang cepat, nyaman, dan efisien, sehingga mendukung mobilitas wisatawan selama berkunjung ke Jakarta, Bandung dan sekitarnya," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam pernyataan resminya.
Berdasarkan kewarganegaraan, sepanjang Januari-Juni 2026, WNA asal Malaysia menjadi penumpang asing terbanyak yang menggunakan Whoosh, dengan total 74.902 orang atau rata-rata 12.484 penumpang per bulan.
Eva menyebut tingginya jumlah penumpang asal Malaysia sejalan dengan besarnya kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia, termasuk ke wilayah Bandung Raya yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata belanja, kuliner, hingga perjalanan bersama keluarga dan rombongan.
Sejak mulai dioperasikan pada Oktober 2023, jumlah WNA yang menggunakan Whoosh secara kumulatif mencapai 866.458 orang.
Tiga negara asal WNA terbanyak yang menggunakan Whoosh adalah Malaysia (373.433 penumpang), Singapura (106.010 penumpang), dan China (75.659 penumpang).
Eva memastikan KCIC akan terus meningkatkan kualitas layanan Whoosh agar semakin mudah diakses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh penumpang, termasuk wisatawan mancanegara.
"Melalui layanan transportasi yang cepat, nyaman, dan terintegrasi, KCIC berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antardestinasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jakarta, Bandung, dan sekitarnya," ujarnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Perang lumpuhkan sistem perbankan Gaza, perburuk penderitaan ekonomi
Indonesia
•
10 Aug 2025

Analisis – Gelombang panas Eropa ungkap paradoks: Produk China dicari konsumen, tetapi dikritik politisi
Indonesia
•
09 Jul 2026

Festival belanja 11.11 buktikan kuatnya pemulihan konsumsi di China
Indonesia
•
14 Nov 2023

Bank Dunia siapkan opsi dukung Ukraina atas dampak ekonomi konflik
Indonesia
•
25 Feb 2022


Berita Terbaru

Investasi Hong Kong dan China di Indonesia tembus 320,5 triliun rupiah, lampaui Singapura
Indonesia
•
21 Oct 2026

Feature – Sinar matahari menjadi listrik, transfer teknologi dukung kemajuan Indonesia dalam transisi hijau
Indonesia
•
22 Oct 2026

APEC sepakati pernyataan kebijakan pembiayaan infrastruktur digital Asia-Pasifik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Bebas visa dan QRIS antarnegara, Indonesia siapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk pasar wisata China
Indonesia
•
22 Oct 2026
