Harga bensin di AS melonjak tajam

Para 'trader' bekerja di New York Stock Exchange di New York, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2026. (Xinhua/Liu Yanan)
Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak mentah ke angka 100 dolar AS per barel, dan harga minyak yang tetap tinggi akan memicu kenaikan inflasi indeks harga konsumen utama serta tekanan kredit akibat perlambatan ekonomi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Rata-rata harga nasional Amerika Serikat (AS) untuk 1 galon bensin reguler melonjak hampir 27 sen sejak pekan lalu menjadi 3,25 dolar AS per galon pada Kamis (5/3), menurut pernyataan dari American Automobile Association (AAA).
*1 dolar AS = 16.886 rupiah
"Kali terakhir rata-rata nasional mencatat lonjakan mingguan serupa adalah pada Maret 2022, saat awal konflik Rusia-Ukraina," menurut pernyataan tersebut.
Kenaikan terbaru itu membuat rata-rata nasional berada pada tingkat harga yang sama seperti pada awal April 2025, menurut AAA.
Musim semi biasanya ditandai dengan kenaikan harga bensin karena permintaan meningkat dan produksi bensin campuran musim panas (summer-blend gasoline) dimulai, imbuh asosiasi tersebut.
Kontrak berjangka minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April melonjak 8,51 persen dan ditutup di atas 81 dolar AS per barel pada Kamis, mencapai level tertinggi sejak Juli 2024.
Harga minyak melonjak secara signifikan setelah serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran memicu Iran untuk secara efektif menutup Selat Hormuz, koridor yang biasanya memfasilitasi sekitar 25 persen perdagangan minyak global yang diangkut melalui laut.
Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak mentah ke angka 100 dolar AS per barel, dan harga minyak yang tetap tinggi akan memicu kenaikan inflasi indeks harga konsumen (IHK) utama serta tekanan kredit akibat perlambatan ekonomi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak, menurut catatan riset perusahaan manajemen aset dan perbankan investasi AS, Stifel, pada Selasa (3/3).
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Minyak melonjak meskipun ada peningkatan persediaan minyak mentah AS
Indonesia
•
14 Apr 2022

Presiden Brasil sebut kebijakan dagang AS "tidak akan berhasil", tuding Trump coba tentukan aturan global
Indonesia
•
09 Apr 2025

Minyak menguat di Asia, rilis minyak darurat dilihat sebagai sementara
Indonesia
•
07 Apr 2022
Kopdes Merah Putih Hambalang bangkitkan ekonomi via kearifan lokal
Indonesia
•
11 Nov 2025
Berita Terbaru

Putusan Pengadilan Perdagangan AS buka jalan bagi pengembalian tarif
Indonesia
•
05 Mar 2026

Menuju negara maju, China tetapkan agenda pembangunan 2026–2030, cakup inovasi, ekonomi digital, penurunan emisi
Indonesia
•
05 Mar 2026

Laporan sebut ekonomi China tunjukkan ketangguhan luar biasa pada 2025
Indonesia
•
05 Mar 2026

BAIC berencana perkenalkan dua mobil listrik di Indonesia pada 2026
Indonesia
•
06 Mar 2026
