
Empat ilmuwan dunia dianugerahi penghargaan Shaw Prize pada 2024

Foto para penerima penghargaan Shaw Prize tahun ini ditampilkan pada layar dalam sebuah konferensi pers di Hong Kong, China selatan, pada 21 Mei 2024. (Xinhua/Zhu Wei)
Penghargaan Shaw Prize untuk kategori Ilmu Hayati dan Obat-obatan diberikan dengan pembagian yang setara kepada Swee Lay Thein dari National Institutes of Health di Amerika Serikat dan Stuart Orkin dari Harvard Medical School atas penemuan mereka, yaitu mekanisme genetik dan molekuler yang mendasari peralihan hemoglobin dari janin ke orang dewasa, yang memudahkan pengobatan penyakit darah mematikan yang menjangkiti jutaan orang di seluruh dunia.
Hong Kong (Xinhua) – Empat ilmuwan memenangkan penghargaan Shaw Prize tahun ini atas karya mereka yang luar biasa dalam tiga kategori penghargaan, demikian diumumkan oleh Shaw Prize Foundation pada Selasa (21/5).Penghargaan Shaw Prize untuk kategori Astronomi diberikan kepada Shrinivas R Kulkarni, Profesor George Ellery Hale Astronomi dan Ilmu Planet Institut Teknologi California, untuk penemuannya tentang pulsar milidetik (millisecond pulsars), semburan sinar gama (gamma-ray bursts), supernova, dan objek-objek astronomi variabel atau transien lainnya.
Para tamu berpose untuk difoto usai konferensi pers yang mengumumkan para penerima penghargaan Shaw Prize tahun ini di Hong Kong, China selatan, pada 21 Mei 2024. (Xinhua/Zhu Wei)
Foto berikut ini menunjukkan konferensi pers yang mengumumkan para penerima penghargaan Shaw Prize tahun ini di Hong Kong, China selatan, pada 21 Mei 2024. (Xinhua/Zhu Wei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

NASA dan Boeing targetkan peluncuran misi berawak pertama Starliner pada 5 Juni
Indonesia
•
04 Jun 2024

Pusat peluncuran pesawat luar angkasa komersial pertama China siap beroperasi
Indonesia
•
02 Jul 2024

Inovasi iptek ubah gurun jadi lahan yang dapat ditanami
Indonesia
•
20 Jun 2023

Pakar sebut gelombang panas picu migrain berulang
Indonesia
•
12 Jul 2024


Berita Terbaru

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026

Teknologi RNA baru beri harapan bagi pasien distrofi otot Duchenne
Indonesia
•
11 Jun 2026

Jejak tsunami purba ditemukan dari Banten hingga Bali, diduga terjadi 400 tahun lalu
Indonesia
•
09 Jun 2026
