
Paparan nanoplastik dapat ganggu kemampuan kognitif ikan

Ilustrasi. (Sebastian Pena Lambarri on Unsplash)
Perubahan perilaku ikan akibat nanoplastik dapat mengganggu kemampuan mencari makanan, menghindari predator, kawin, dan pemijahan, yang menjadi syarat utama untuk bertahan hidup.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penelitian yang dipimpin oleh tim peneliti dari China dan Australia menemukan paparan nanoplastik dapat mengganggu kemampuan belajar dan pengambilan keputusan pada ikan, yang berpotensi mengancam ekosistem laut.
Penelitian tersebut menganalisis dampak nanoplastik terhadap kemampuan kognitif dan beradaptasi ikan medaka laut (Oryzias melastigma), menurut pernyataan dari Universitas Charles Darwin Australia pada Rabu (11/2).
Meskipun durasi menyusuri labirin secara keseluruhan tidak terpengaruh, ikan medaka yang terpapar membuat kesalahan jauh lebih banyak dan cenderung mengambil keputusan lebih cepat, menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Marine Pollution Bulletin.
Perubahan ke pengambilan keputusan impulsif meningkatkan kemungkinan spesies membuat pilihan yang maladaptif saat mencari makan atau ketika bertemu predator, kata Sunil Kadri, profesor akuakultur tropis di RINA sekaligus satu penulis dalam penelitian ini.
Menurut Kadri, perubahan perilaku ikan akibat nanoplastik dapat mengganggu kemampuan mencari makanan, menghindari predator, kawin, dan pemijahan, yang menjadi syarat utama untuk bertahan hidup.
"Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan ekosistem laut, dan kita sangat bergantung pada mereka," kata Kadri, seraya menyerukan kebijakan yang lebih tegas untuk mengurangi polusi plastik di laut dan melindungi perikanan.
Zhang Zonghang, salah satu penulis dalam penelitian ini dari Universitas Shantou, memperingatkan ukuran nanoplastik yang kecil membuatnya lebih mudah menembus organ dan sel, sehingga memperkuat efek toksiknya.
Plastik mencakup 80 hingga 85 persen sampah laut dan terurai menjadi nanoplastik di bawah paparan sinar ultraviolet serta suhu rendah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor pertanian China meningkat pesat dengan terobosan teknologi
Indonesia
•
21 Apr 2024

Olahraga 'American football' berisiko picu cedera otak: 1 dari 4 mantan pemain NFL derita gangguan otak degeneratif
Indonesia
•
27 Aug 2026

Sederet indikator perubahan iklim pecahkan rekor, WMO keluarkan peringatan merah
Indonesia
•
21 Mar 2024

Ilmuwan China temukan spesies tanaman baru Oreocharis di China barat daya
Indonesia
•
08 Sep 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
