
Ilmuwan Australia singkap cara sel imun deteksi bakteri, buka jalan bagi vaksin yang lebih baik

Para staf bekerja di sebuah laboratorium di Cape Town, Afrika Selatan, pada 12 Februari 2022. (Xinhua/Xabiso Mkhabela)
Sel imun manusia mampu mengidentifikasi bakteri dan menelan pathogen, dengan bertindak sebagai ‘kurir’ yang memberi tahu sistem imun tentang keberadaan bakteri.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan di Australia berhasil mengidentifikasi cara sel imun manusia mendeteksi bakteri, sebuah penemuan yang dapat mengarah pada vaksin dan pengobatan yang efektif untuk banyak penyakit.Tim peneliti di Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan Imunitas (Peter Doherty Institute for Infection and Immunity) di Australia menemukan bahwa makrofag – sel imun yang dikenal mampu menelan patogen – bertindak sebagai "kurir" yang memberi tahu sistem imun tentang keberadaan bakteri, menurut sebuah rilis pers dari Doherty Institute pada Selasa (9/12) malam waktu setempat."Ini mengaktifkan sistem imun tubuh dan membantu tubuh kita tetap seimbang dengan bakteri baik yang hidup di dalam tubuh kita (membentuk mikrobiota) sembari melindungi kita dari bakteri berbahaya," papar Deng Jieru dari Universitas Melbourne, yang melakukan penelitian pascadoktoral di Doherty Institute.Penelitian ini menunjukkan makrofag membawa jumlah tertinggi dari sebuah molekul bernama MR1, yang menangkap sinyal kimia dari bakteri dan menyampaikannya kepada sel imun khusus yang disebut sel MAIT."Dengan menggunakan 'pesan kimia' yang bercahaya, kami menunjukkan bahwa makrofag adalah sel paling efisien dalam menangkap pesan-pesan ini dan menggunakannya untuk mengaktifkan sel MAIT dalam melawan infeksi," kata Deng, yang memimpin penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science itu.Penemuan ini penting karena sel MAIT dapat dengan cepat "mengaktifkan" respons imun tubuh yang kuat, ujarnya, seraya menambahkan bahwa dengan memahami bagaimana makrofag mengendalikan proses ini, penemuan ini membuka jalan bagi vaksin dan pengobatan yang lebih baik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pameran mahadata internasional China akan digelar akhir Mei
Indonesia
•
14 Feb 2023

Riset laut dalam telusuri Arus Lintas Indonesia
Indonesia
•
27 Nov 2019

China tingkatkan perlindungan mamalia langka di Sungai Yangtze
Indonesia
•
29 Nov 2022

Maqam Ibrahim didokumentasikan dengan teknologi fotografi modern
Indonesia
•
09 May 2021


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
