Batu bara digunakan sebagai bahan bakar sejak 3.600 tahun silam di China

Seorang staf menunjukkan sebongkah batu bara di Tambang Batu Bara Longwanggou milik China Datang Corporation Ltd. di wilayah Jungar, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 8 Juli 2023. (Xinhua/Liu Lei)
Penggunaan batu bara sebagai bahan bakar kemungkinan terjadi sekitar 3.600 tahun silam di China barat laut.
Lanzhou, China (Xinhua) – Penggunaan bahan bakar fosil mendorong signifikan kemajuan peradaban manusia. Kini, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan sistematis paling awal batu bara sebagai bahan bakar kemungkinan terjadi sekitar 3.600 tahun silam di China barat laut.Meski pembakaran batu bara secara sporadis untuk bahan bakar dilaporkan di beberapa situs arkeologi prasejarah, bukti eksploitasi sistematisnya sebelum 2.500 tahun lalu masih belum banyak ditemukan.Para arkeolog dari Universitas Lanzhou, Universitas Renmin China, serta Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Daerah Otonom Uighur Xinjiang mengidentifikasi tumpukan batu bara, batu bara yang tidak terbakar, abu batu bara, dan sampah batu bara di sebuah situs di wilayah Nilka, Prefektur Otonom Etnis Kazak Ili di Xinjiang, sehingga menambah usia catatan tersebut sekitar 1.000 tahun ke belakang.Analisis kimia mengungkapkan bahwa bahan bakar kuno itu adalah batu bara bituminous kaya karbon yang dieksploitasi dari lapisan batu bara yang tersingkap di dekatnya, menurut penelitian itu, yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances baru-baru ini.Relik-relik tersebut menunjukkan bahwa pengguna batu bara sengaja memilih menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi, dan eksploitasinya dilakukan secara sistematis, papar para peneliti.Selain itu, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa batu bara, yang disimpan dengan rapi di dekat rumah dan situs metalurgi, digunakan untuk berbagai keperluan.Penduduk yang tinggal di situs itu lebih dari 4.000 tahun silam diketahui kebanyakan menggunakan kayu sebagai bahan bakar, dan mereka beralih ke batu bara sejak 3.600 hingga 2.900 tahun yang lalu, ungkap penelitian tersebut.Para peneliti mengatakan penyesuaian struktur energi kemungkinan didorong oleh tekanan permintaan energi yang melonjak dan kerusakan vegetasi kala itu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Roket China jatuh ke Bumi, NASA sebut Beijing tak berbagi informasi
Indonesia
•
31 Jul 2022

Tim ilmuwan China kembangkan perangkat bertenaga mandiri untuk percepat perbaikan otot
Indonesia
•
22 Jan 2026

Makau mulai seleksi spesialis ‘payload’ untuk program antariksa nasional China
Indonesia
•
04 Oct 2022

Fasilitas LIPI jadi laboratorium pemeriksaan COVID-19
Indonesia
•
15 May 2020
Berita Terbaru

Pola makan vegan dan vegetarian mman bagi pertumbuhan bayi
Indonesia
•
10 Feb 2026

Hidrogen dan manufaktur hijau, kunci penting transisi energi rendah karbon
Indonesia
•
10 Feb 2026

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026
