
Kelompok teknologi AS dukung TikTok dalam upaya hukum terhadap larangan di Montana

Logo TikTok terlihat di layar sebuah ponsel pintar di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada 30 Agustus 2020. (Xinhua/Liu Jie)
Penggunaan aplikasi TikTok menghadapi pengawasan yang semakin ketat di Amerika Serikat, menyusul tuduhan beberapa politisi negara tersebut yang menyebutkan bahwa perusahaan teknologi media sosial itu membagikan data pengguna AS dengan pihak China.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Dua kelompok perdagangan di Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan mereka untuk TikTok dan para konten kreatornya dalam upaya hukum yang mereka tempuh untuk mencegah Negara Bagian Montana melarang penggunaan aplikasi TikTok yang populer tersebut.NetChoice, sebuah asosiasi perdagangan nasional yang di antaranya beranggotakan platform-platform teknologi utama, dan Chamber of Progress, sebuah koalisi industri teknologi, mengajukan keterangan sahabat pengadilan (amicus curiae), atau Brief of Amici Curiae, untuk mendukung TikTok pada Senin (7/8) malam waktu setempat, demikian rilis dari NetChoice pada Selasa (8/8)."Upaya Montana untuk melarang TikTok, ironisnya, merupakan tindakan otoriter yang seharusnya ditentang oleh negara bagian tersebut," kata Nicole Saad Bembridge, Direktur Asosiasi Litigasi NetChoice, dalam rilis itu."Akses warga Amerika terhadap informasi di internet tidak dapat bergantung pada preferensi individu politisi lokal. Pengadilan harus mengeluarkan perintah untuk menghentikan pelarangan TikTok guna menjamin internet tetap terbuka dan bebas," ujar Bembridge.Pada 17 Mei, Gubernur Montana Greg Gianforte memberlakukan larangan penuh terhadap aplikasi ini karena alasan "keamanan nasional", menjadikan Montana sebagai negara bagian pertama di AS yang melarang TikTok dan melarang toko-toko aplikasi seluler menawarkan TikTok di negara bagian itu. Larangan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2024.Pada hari yang sama, lima konten kreator TikTok mengajukan gugatan terhadap jaksa agung negara bagian itu atas larangan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu akan melarang penduduk Montana menggunakan aplikasi populer tersebut, yang melanggar hak-hak Amandemen Pertama mereka.TikTok yang berbasis di Los Angeles pada 22 Mei juga mengajukan gugatan untuk menghentikan larangan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu melanggar hak-hak konstitusional, termasuk hak kebebasan berbicara dalam Amandemen Pertama, melanggar otoritas eksklusif pemerintah federal untuk mengatur urusan luar negeri, serta merugikan penduduk setempat.
Foto yang diabadikan pada 21 Agustus 2020 ini memperlihatkan logo perusahaan jejaring sosial berbagi video, TikTok, di Los Angeles di Culver City, Los Angeles County, Amerika Serikat. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pusat komersial di Saudi buka 24 jam-tujuh hari sepekan
Indonesia
•
30 Dec 2019

Trump ancam akan PHK "banyak orang" jika terjadi ‘shutdown’ pemerintahan
Indonesia
•
01 Oct 2025

Presiden Korsel serahkan keputusan tentang masa jabatannya kepada partai berkuasa
Indonesia
•
09 Dec 2024

Netanyahu sebut Iran tak lagi mampu lakukan pengayaan uranium dan produksi rudal
Indonesia
•
20 Mar 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
