Trump ancam akan PHK "banyak orang" jika terjadi ‘shutdown’ pemerintahan

Foto menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS, pada 30 September 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Pemerintah federal akan mengalami shutdown pemerintahan, kecuali jika Kongres AS menyetujui rancangan undang-undang anggaran federal dalam beberapa jam ke depan.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (30/9) mengatakan bahwa jika terjadi penutupan pemerintahan (government shutdown), pemerintahannya akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap "banyak orang," dan menyalahkan pihak Demokrat atas kebuntuan negosiasi pendanaan saat ini."Ya, Demokrat menginginkan shutdown pemerintahan. Jadi, jika Anda menyebabkan shutdown, Anda harus melakukan pemutusan hubungan kerja. Jadi, kita akan mem-PHK banyak orang yang akan sangat terdampak, dan Demokrat, mereka (yang di-PHK) adalah dari Demokrat," ungkap Trump kepada awak media di Gedung Putih."Itu merupakan penutupan pemerintahan yang dilakukan oleh Donald Trump. Dia yang bertanggung jawab atas hal tersebut," ujar Pemimpin Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer di media sosial X saat mengunggah ulang video Trump.Trump pada Selasa yang sama juga menyalahkan Demokrat karena bersikeras memberikan layanan kesehatan gratis bagi imigran ilegal, sebuah pesan yang digaungkan oleh Wakil Presiden AS JD Vance, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Mike Johnson, serta sejumlah anggota Partai Republik di Senat.Dalam pidato di hadapan Senat AS sebelumnya pada Selasa yang sama, Schumer mengatakan bahwa terlalu banyak anggota dari Partai Republik yang berbohong mengenai sikap Partai Demokrat."Undang-undang melarang imigran tanpa dokumen menerima pembayaran dari Medicare, Medicaid, atau ACA (Affordable Care Act). Tidak ada uang, bahkan sepeser pun, dari dana federal yang dialokasikan ke sana," kata Schumer.Pemerintah federal akan mengalami shutdown pemerintahan pada Rabu (1/10) pukul 00.01 dini hari, kecuali jika Kongres AS menyetujui rancangan undang-undang (RUU) anggaran federal dalam beberapa jam ke depan. Anggota dari Partai Republik, yang saat ini menguasai 53 kursi di Senat, membutuhkan setidaknya tujuh anggota dari Partai Demokrat di majelis tinggi AS itu untuk mendukung posisi Republik guna meloloskan RUU tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Iran tembakkan 'gelombang pertama' rudal balistik ke Israel
Indonesia
•
14 Apr 2024

Izin penerbangan UEA lewati wilayah Arab Saudi tak pengaruhi dukungan untuk Palestina
Indonesia
•
03 Sep 2020

Yahya Sinwar ditunjuk sebagai pemimpin baru Hamas
Indonesia
•
07 Aug 2024

Trump tunjuk penasihat keamanan nasional dan dubes AS untuk Israel di pemerintahan barunya
Indonesia
•
15 Nov 2024
Berita Terbaru

Iran akan anggap setiap langkah militer AS sebagai tindakan perang
Indonesia
•
30 Jan 2026

Penyelidikan pidana federal AS terhadap Ketua The Fed Jerome Powell terus bergulir
Indonesia
•
30 Jan 2026

Makin panas dengan AS, militer Iran integrasikan 1.000 ‘drone’ tempur
Indonesia
•
30 Jan 2026

PM Selandia Baru sebut negaranya tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian usulan Trump
Indonesia
•
30 Jan 2026
