
Ilmuwan China gunakan CT scan untuk telusuri jejak domestikasi padi

Foto yang diabadikan pada 24 Mei 2024 ini menunjukkan serpihan keramik yang mengandung padi yang digali di Situs Shangshan di wilayah Pujiang, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Feng Yuan)
Penelusuran evolusi padi liar menjadi padi hasil domestikasi masih menghadapi tantangan besar mengingat langkanya peninggalan makrobotani, seperti benih, bunga, batang, dan serat padi yang ditemukan.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti China baru-baru ini mengungkapkan bagaimana mereka mengidentifikasi jejak tanaman padi di dua serpihan keramik yang berasal dari 10.000 tahun silam dengan menggunakan pemindaian tomografi terkomputasi atau computed tomography scan (CT scan). Temuan ini memberikan petunjuk baru tentang asal-usul domestikasi padi.An Ting, kepala tim peneliti di Fakultas Seni dan Arkeologi Universitas Zhejiang, mengungkapkan kepada Xinhua bahwa penelusuran evolusi padi liar menjadi padi hasil domestikasi masih menghadapi tantangan besar mengingat langkanya peninggalan makrobotani, seperti benih, bunga, batang, dan serat padi yang ditemukan.Oleh sebab itu, jejak tanaman pada artefak berfungsi sebagai bukti penting dalam menelusuri keberadaan tanaman, jelas An, sambil memperkenalkan penelitian mereka yang diterbitkan dalam jurnal internasional The Holocene.Dua serpihan keramik yang dianalisis menggunakan CT scan itu ditemukan di Situs Shangshan, sebuah reruntuhan kuno yang terletak di hilir Sungai Yangtze di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Provinsi Zhejiang. Ditemukan pada tahun 2000, situs tersebut berasal dari sekitar 11.400 hingga 8.600 tahun silam.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan seorang staf sedang menganalisis serpihan keramik purba menggunakan <em>CT scan</em> di Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Layanan pengiriman ‘drone’ China rambah pasar luar negeri
Indonesia
•
24 Dec 2024

Ilmuwan China raih penghargaan internasional di bidang fisika materi terkondensasi
Indonesia
•
25 Oct 2023

Ilmuwan China kembangkan cip memristor terintegrasi penuh dengan konsumsi energi yang rendah
Indonesia
•
13 Oct 2023

WWF sebut populasi margasatwa di Afrika susut 76 persen dalam 50 tahun terakhir
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
