
Peneliti di Australia uji jam atom generasi baru di laut

Foto tak bertanggal ini menunjukkan Jam Dunia (Weltzeituhr) di Alexanderplatz, Berlin, Jerman. (feinschliff on Unsplash)
Jam atom optik portabel menggunakan atom dari unsur iterbium yang didinginkan dengan laser untuk mencatat waktu dengan presisi sangat tinggi.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah peneliti di Australia berhasil menguji jam atom portabel jenis baru di laut, menggunakan teknologi yang dapat mendukung sistem navigasi, komunikasi, dan ilmiah generasi masa depan.
Jam atom optik portabel itu, yang pernah diuji coba di atas kapal Angkatan Laut Kerajaan Australia pada Juli 2024, menggunakan atom dari unsur iterbium yang didinginkan dengan laser untuk mencatat waktu dengan presisi sangat tinggi, sebut pernyataan yang dirilis pada Selasa (14/4) oleh Universitas Adelaide di Australia.
Jam atom merupakan pencatat waktu paling akurat di dunia, sangat penting bagi navigasi satelit dan telekomunikasi, tetapi biasanya memerlukan kondisi laboratorium yang terkontrol. Jam atom baru ini mengatasi keterbatasan itu dan dapat diwujudkan dalam sistem portabel yang beroperasi di luar laboratorium, papar pernyataan tersebut.
Dengan mendinginkan atom menggunakan laser dan mengukur transisi atomik yang sangat spesifik, jam tersebut mampu melacak waktu jauh lebih akurat dibandingkan sistem konvensional, kata para peneliti dari Institut Fotonika dan Sensor Canggih (Institute for Photonics and Advanced Sensing/IPAS) di Universitas Adelaide.
Tujuannya adalah untuk mengadaptasikan teknologi laboratorium mutakhir agar dapat diterapkan di lapangan, kata Profesor Andre Luiten, kepala inovator IPAS sekaligus peneliti utama dalam studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Optica ini.
Meskipun terdapat perubahan lingkungan dan gerakan yang umum terjadi di lingkungan maritim, jam ini mampu mempertahankan tingkat kinerja yang sama tingginya dengan tingkat kinerja yang teramati selama pengujian di laboratorium, kata para peneliti.
"Di lingkungan laut, terdapat perubahan suhu, gerakan, dan vibrasi yang sangat berbeda dengan kondisi laboratorium yang terkendali. Keberhasilan menjalankan jam atom tersebut dalam kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi ini tangguh dan siap untuk diterapkan dalam situasi nyata," kata Luiten.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan ungkap buruknya kondisi kesehatan sungai di Inggris
Indonesia
•
15 Jun 2024

Spesies pakis langka yang jadi dulu jadi santapan dinosaurus ditemukan di China selatan
Indonesia
•
12 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap tujuan dan muatan misi Chang'e-7 yang akan selidiki es air di Bulan
Indonesia
•
24 Jan 2024

Ilmuwan Saudi temukan jejak kaki manusia berusia 120.000 tahun
Indonesia
•
17 Sep 2020


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
