China desak pengawasan internasional jangka panjang atas pembuangan air limbah Fukushima

Orang-orang menghadiri aksi unjuk rasa menentang pembuangan air limbah Fukushima yang terkontaminasi nuklir ke laut oleh Jepang, di Seoul, Korea Selatan, pada 31 Agustus 2023. (Xinhua/Yang Chang)

Pembuangan air limbah Jepang terus memunculkan keprihatinan yang mendalam di kalangan masyarakat internasional, dan penentangan yang kuat dari negara-negara tetangga Jepang tidak pernah surut.

 

Wina, Austria (Xinhua) – Seorang utusan China pada Jumat (7/6) menyerukan pengawasan internasional jangka panjang yang ketat, independen, dan efektif atas pembuangan air yang terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang lumpuh.

Pembuangan air limbah Jepang terus memunculkan keprihatinan yang mendalam di kalangan masyarakat internasional, dan penentangan yang kuat dari negara-negara tetangga Jepang tidak pernah surut, kata Li Song, perwakilan tetap China untuk Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), dalam sebuah pertemuan dewan gubernur badan tersebut.

Mengingat bahwa Jepang baru saja memulai putaran keenam pembuangan air limbah Fukushima, Li meragukan keandalan jangka panjang peralatan pemurnian air limbah Jepang, efektivitas pengaturan pemantauan saat ini, lemahnya pengawasan dari pemerintah Jepang, dan kekacauan manajemen Tokyo Electric Power Company, operator PLTN Fukushima.

Pembuangan air limbah Jepang
Li Song (depan, kanan), perwakilan tetap China untuk Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), berbicara dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA pada Maret di Wina, Austria, pada 4 Maret 2024. (Xinhua/Misi Tetap China untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina)

Keraguan ini menyoroti pentingnya dan mendesaknya pembentukan mekanisme pengawasan internasional jangka panjang untuk pembuangan air limbah, kata Li. Dia menambahkan bahwa pengawasan internasional yang ketat, independen, dan efektif harus diberlakukan sebagai tambahan terhadap peraturan pemerintah Jepang dan pemantauan oleh regulator tenaga nuklir Jepang, alih-alih menggantikannya.

Li menekankan bahwa hanya melalui pengaturan seperti itu, Jepang dapat menghilangkan kekhawatiran dan kepanikan yang disebabkan oleh kecelakaan nuklir Fukushima dan pembuangan air limbahnya, serta secara efektif mengatasi kekhawatiran serius dari masyarakat China dan negara-negara pemangku kepentingan lainnya.

Pengaturan seperti itu juga kondusif untuk lebih memperkuat otoritas dan fungsi IAEA di bidang keamanan nuklir internasional serta melayani kepentingan mendasar Jepang dan rakyat Jepang, tambahnya.

Pembuangan air limbah Jepang
Foto yang diabadikan pada 22 Agustus 2023 ini menunjukkan papan peringatan di Pantai Tsurishihama di Kota Shinchi, Prefektur Fukushima, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Sementara itu, utusan China tersebut mengatakan bahwa China dan Jepang telah sepakat untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah pembuangan air limbah Fukushima melalui konsultasi dan negosiasi dengan cara yang konstruktif.

Li mengatakan bahwa China berharap Jepang akan menunjukkan ketulusan, secara serius menangani kekhawatiran yang sah dari dalam dan luar negeri, dengan sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya, serta bergandengan tangan dengan China, IAEA, dan komunitas internasional untuk menyusun langkah-langkah pengawasan yang lebih efektif guna memastikan bahwa pembuangan air limbah Fukushima tidak akan menimbulkan bahaya jangka panjang bagi lingkungan laut dan umat manusia.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan