
PM Estonia peringatkan kemungkinan pemadaman jika Rusia matikan jaringan listrik

Foto yang diabadikan pada 30 Juli 2022 ini menunjukkan suasana balai kota lama pada malam hari di Munich, Jerman. Beberapa bangunan landmark di seluruh Jerman mengurangi penggunaan lampu di malam hari untuk menghemat listrik. (Xinhua/Philippe Ruiz)
Pemadaman listrik di Estonia mungkin terjadi jika Rusia mengusir negara-negara Baltik dari jaringan listrik bersama.
Jakarta (Indonesia Window) – Pemadaman listrik di Estonia mungkin terjadi jika Rusia mengusir negara-negara Baltik dari jaringan listrik bersama, demikian peringatan Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas.“Kita juga harus bersiap untuk kemungkinan Rusia memutuskan Estonia, Latvia, dan Lithuania dari jaringan listrik mereka”, katanya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis malam (22/9) waktu setempat, menurut situs jejaring pemerintah.“Akan bijaksana untuk bersiap menghadapi kemungkinan pemadaman listrik – yang mencakup otoritas publik, perusahaan, dan setiap individu”, tambahnya, menggambarkan gangguan apa pun sebagai “sementara.”Kedutaan Rusia di Estonia mengatakan pada hari Jumat (23/9), "Rusia tidak memulai" mengeluarkan negara-negara Baltik dari jaringan umum.Hampir 3.000 tentara cadangan diterjunkan ke latihan pertahanan tahunan selama sepekan di Estonia pada Kamis (22/9), tetapi PM Kallas mengatakan tidak ada ancaman militer langsung terhadap negara itu.Dia meminta warga Rusia yang tinggal di Estonia untuk mengabaikan panggilan untuk berperang di Ukraina, “Jangan pergi, karena tidak ada jalan untuk kembali.”Tiga puluh tahun setelah memisahkan diri dari Uni Soviet saat itu dan 17 tahun sejak bergabung dengan Uni Eropa (UE), negara-negara Baltik, Lithuania, Latvia, dan Estonia masih bergantung pada Rusia untuk pasokan listrik yang stabil.Sebuah proyek yang didanai UE senilai 1,6 miliar euro bertujuan untuk memutuskan negara-negara Baltik dari jaringan listrik bersama mereka dengan Rusia dan Belarusia pada tahun 2025 demi sistem tenaga terdesentralisasi di benua Eropa.Pada Juni lalu, Presiden Lithuania Gitanas Nauseda mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya siap jika Rusia memutuskan sambungan dari jaringan listrik regional sebagai pembalasan karena memblokir pengiriman kereta api dari beberapa barang Rusia ke eksklave Kaliningrad Moskow.Jaringan jaringan listrik Eropa ENTSO-E akan terhubung ke jaringan negara-negara Baltik dalam waktu 24 jam jika negara-negara tersebut akan diputus oleh Rusia, membantu menghindari pemadaman, kata operator jaringan listrik Lithuania Litgrid pada Juli lalu.“Jika Rusia memutuskan hubungan (listrik) kami, bahkan hari ini, kami akan siap. Analisis kami menunjukkan bahwa pasokan listrik tidak akan dijatah, tidak ada gangguan serius yang diharapkan,” kata Kepala Eksekutif Litgrid.*1 euro = 14.647 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China rayakan Festival Qingming dengan makam ramah lingkungan yang semakin populer
Indonesia
•
08 Apr 2023

Putin sampaikan belasungkawa pada Erdogan, Assad pascagempa bumi dahsyat
Indonesia
•
07 Feb 2023

Lembaga amil SIP harapkan dukungan Indonesia Window untuk edukasi zakat
Indonesia
•
28 Nov 2025

Peningkatan durasi musim panas sebagian besar disebabkan oleh aktivitas antropogenik
Indonesia
•
09 Nov 2022


Berita Terbaru

Temu alumni program pelatihan China digelar di Jakarta, perkuat kerja sama Indonesia-China
Indonesia
•
13 Jun 2026

Ikon budaya pop asal China Labubu tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
•
13 Jun 2026

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

1,8 miliar orang di dunia kurang olahraga, WHO nilai china punya praktik yang efektif
Indonesia
•
12 Jun 2026
