
Apa rahasia kemajuan China? Akademisi Irak soroti pendekatan yang mengutamakan rakyat

Para siswa dari sekolah menengah pertama setempat mengikuti sebuah program kunjungan belajar di lokasi pameran yang memperingati peresmian komunikasi radio dan kode milik Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) di Shanghai, China timur, pada 2 Juni 2026. (Xinhua/Shan Yuqi)
Baghdad, Irak (Xinhua/Indonesia Window) – Vitalitas yang terus bertahan dari Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) terletak pada komitmennya yang teguh untuk mengutamakan rakyat, sebuah prinsip yang telah membantu mengubah China dari negara miskin menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, seperti disampaikan seorang akademisi politik Irak.
Dalam sebuah wawancara dengan Xinhua menjelang peringatan 105 tahun berdirinya CPC pada 1 Juli, Kawa Mahmoud, presiden Pusat Penelitian Inisiatif Peradaban Global (Global Civilization Initiative Research Center) yang berkantor pusat di Irak, mengatakan bahwa dirinya yakin kekuatan terbesar CPC selalu terletak pada komitmennya untuk melayani rakyat.
"Sejak awal berdirinya, CPC mengemban aspirasi rakyat China," katanya. "Meskipun jumlah anggotanya masih sedikit saat didirikan, CPC telah menjalankan misi-misi bersejarah yang besar (seperti) melawan agresi asing, menjaga kemerdekaan nasional, dan mengejar peremajaan nasional."
Mahmoud, yang juga merupakan mantan sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis Kurdistan Irak, memuji kemampuan CPC dalam berinovasi baik dalam teori maupun praktik, serta tetap responsif terhadap kebutuhan rakyat.
CPC telah mengembangkan sebuah "model pemerintahan unik yang dicirikan oleh hubungan erat antara Partai dan rakyat, komunikasi yang efektif antara kepemimpinan dan anggota di tingkat akar rumput, serta partisipasi publik yang luas," ujarnya.
Dia mencatat bahwa stabilitas politik dan stabilitas sosial telah menjadi fondasi yang kokoh bagi pembangunan China, sementara pengambilan keputusan yang independen telah memungkinkan para pembuat kebijakan untuk memprioritaskan kepentingan rakyat.
"Model pembangunan China adalah milik China," katanya. "Namun, metodologinya memiliki signifikansi yang lebih luas, mendorong negara-negara untuk menghormati kondisi nasional mereka sendiri dan merumuskan strategi pembangunan secara independen sembari selalu menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai pusatnya."
Melampaui infrastruktur fisik modern, "modernisasi China adalah tentang rakyat," katanya.
"Ini tentang mengentaskan kemiskinan, melawan desertifikasi, melindungi langit biru dan air bersih, serta meningkatkan kehidupan materi dan spiritual rakyat," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa filosofi pembangunan yang berpusat pada rakyat dari CPC membedakan model pemerintahan China dari pendekatan pembangunan yang hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, bagi CPC, "pembangunan tidak hanya diukur dari indikator ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat."
"Hal ini pada dasarnya berbeda dengan model-model pembangunan yang terutama melayani kepentingan elit ekonomi di negara-negara Barat," tambahnya.
Ke depannya, Mahmoud mengatakan dia berharap CPC akan terus memimpin rakyat China menuju peremajaan nasional sekaligus memberikan lebih banyak kearifan China kepada komunitas internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ekonomi Jerman diprediksi akan tetap lemah pada 2025
Indonesia
•
14 Dec 2024

Kapasitas energi terbarukan global meningkat dua kali lipat dalam lima tahun
Indonesia
•
07 Dec 2022

China akan perpanjang bea masuk antidumping untuk stirena impor dari Korsel, AS, dan daerah Taiwan
Indonesia
•
24 Jun 2024

Industri sepeda China terus bergerak maju dengan beragam teknologi pintar
Indonesia
•
02 May 2023


Berita Terbaru

BAIC buka prapemesanan mobil listrik pertamanya di Indonesia
Indonesia
•
10 Jul 2026

Dari kemiskinan ke ekonomi raksasa, akademisi ungkap kunci kemajuan China
Indonesia
•
10 Jul 2026

Pasar mobil listrik Indonesia tumbuh 78 persen, BAIC siapkan ekspansi besar
Indonesia
•
10 Jul 2026

Analisis – Gelombang panas Eropa ungkap paradoks: Produk China dicari konsumen, tetapi dikritik politisi
Indonesia
•
09 Jul 2026
