Peduli kesehatan mental anak, Inggris perketat larangan ponsel di sekolah

Ilustrasi. (Igor Omilaev on Unsplash)

Waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat dengan layar, yang berlebihan dapat merusak kesehatan mental, pembelajaran, dan perkembangan sosial kaum muda.

 

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Inggris meluncurkan konsultasi nasional tentang penggunaan media sosial (medsos) dan ponsel oleh anak-anak di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa screen time, atau waktu yang dihabiskan untuk menggunakan perangkat dengan layar, yang berlebihan dapat merusak kesehatan mental, pembelajaran, dan perkembangan sosial kaum muda.

Langkah tersebut menandai fase baru dalam pendekatan Inggris untuk mengatur lingkungan digital bagi anak-anak, seiring para pembuat kebijakan menghadapi tekanan yang semakin besar dari orang tua, sekolah, dan pembuat undang-undang untuk membatasi pengaruh medsos dan ponsel pintar yang semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari.

Didukung oleh sebuah diskusi publik nasional, konsultasi tersebut akan mengumpulkan pandangan dari orang tua, kaum muda, dan masyarakat sipil tentang cara untuk memastikan anak-anak mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi, demikian disampaikan pemerintah Inggris pada Senin (19/1).

Bersamaan dengan konsultasi itu, diumumkan pula langkah-langkah cepat untuk memperketat pembatasan ponsel di sekolah. Ofsted, badan pengawas sekolah, dalam setiap inspeksi akan diwajibkan untuk memeriksa apakah larangan penggunaan ponsel diterapkan dengan benar, dan sekolah diharapkan menjadi ‘bebas ponsel secara otomatis’.

Perubahan kebijakan ini terjadi di tengah semakin banyaknya bukti bahwa ponsel pintar masih banyak digunakan di ruang kelas terlepas dari peraturan yang ada. Data resmi menunjukkan bahwa 58 persen siswa sekolah menengah melaporkan penggunaan ponsel tanpa izin setidaknya di beberapa jam pelajaran, meningkat menjadi 65 persen di kalangan siswa yang lebih tua.

Konsultasi ini akan mengkaji berbagai opsi regulasi, termasuk menaikkan batasan usia persetujuan digital (digital age of consent), meningkatkan sistem verifikasi usia, memberlakukan jam malam ponsel untuk membatasi penggunaan berlebihan, dan membatasi fitur-fitur desain yang berpotensi adiktif seperti ‘pengguliran (scrolling) tanpa henti’ dan ‘runtunan (streak)’.

Pemerintah Inggris juga akan menerbitkan panduan screen time berbasis bukti untuk orang tua yang memiliki anak berusia 5-16 tahun, menyusul panduan terpisah untuk orang tua anak balita yang akan diterbitkan pada April, yang bertujuan untuk membantu keluarga mengelola penggunaan perangkat digital oleh anak-anak di rumah. Panduan sekolah yang diperbarui akan lebih memperjelas bahwa siswa tidak boleh mengakses ponsel selama jam pelajaran, waktu istirahat, atau di antara jam pelajaran.

Media Inggris melaporkan bahwa inisiatif tersebut juga mencerminkan meningkatnya tekanan politik untuk tindakan yang lebih tegas terhadap keselamatan anak-anak di dunia maya, dengan para anggota parlemen dari berbagai partai mendukung usulan untuk melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun mengakses platform medsos.

Pemerintah Inggris mengatakan bahwa pihaknya akan menanggapi konsultasi tersebut pada musim panas sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di era digital.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait