
PBB sebut situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat kritis meski bantuan meningkat

Warga Palestina terlihat usai kembali ke area Sheikh Radwan yang hancur di sebelah utara Gaza City pada 6 November 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Situasi di Gaza masih sangat kritis bagi ratusan ribu keluarga yang membutuhkan, dengan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan Israel telah menyebabkan tingkat kematian dan cedera yang sangat tinggi di antara pria dan anak laki-laki Palestina di Tepi Barat.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Meski pengiriman bantuan dan upaya untuk memperluas layanan terus dilakukan, para petugas kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (27/1) mengatakan bahwa situasi di Gaza masih sangat kritis bagi ratusan ribu keluarga yang membutuhkan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa PBB dan para mitranya telah menyediakan roti bagi setidaknya 43 persen penduduk di Jalur Gaza setiap hari, yang diberikan secara gratis ataupun dijual dengan harga subsidi kurang dari 1 dolar AS per paket 2 kilogram.
*1 dolar AS = 16.779 rupiah
OCHA mengatakan program distribusi roti ini merupakan tambahan dari distribusi tepung terigu bulanan di tingkat rumah tangga. Sejauh bulan ini, para mitra telah mendistribusikan tepung kepada 1,2 juta orang sebagai bagian dari paket bantuan pangan bulanan standar.
OCHA dan para mitra kemanusiaannya telah menjangkau lebih dari 7.500 keluarga dengan bantuan berupa tenda, terpal, peralatan penutup darurat, kasur, dan selimut, sementara mitra perlindungan anak memberikan pakaian musim dingin kepada sekitar 1.400 anak di seluruh Jalur Gaza, kata OCHA.
Badan PBB itu menambahkan bahwa selama akhir pekan lalu, satu lagi anak Gaza meninggal karena hipotermia, sehingga total kematian anak yang terkait dengan cuaca dingin menjadi 10 orang.
OCHA menyatakan bahwa solusi berkelanjutan sangat dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan lebih dari 1 juta orang yang membutuhkan bantuan tempat tinggal, termasuk peralatan untuk memperbaiki rumah, material untuk membuat ruang pemanas komunal, dan peralatan untuk membersihkan puing serta reruntuhan guna membersihkan lahan untuk perumahan.
"Sejak Rabu (21/1), mitra kemanusiaan yang memimpin upaya perlindungan telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan voucher tunai dan bantuan perlengkapan musim dingin," kata kantor tersebut. "Mereka juga telah memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial serta bantuan manajemen kasus kepada ratusan orang."
OCHA mengatakan bahwa mitra perlindungan global memperingatkan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Jumat (23/1) bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan Israel telah menyebabkan tingkat kematian dan cedera yang sangat tinggi di antara pria dan anak laki-laki Palestina di Tepi Barat. Laporan tersebut menyoroti urgensi respons yang tegas dan berfokus pada perlindungan sipil, serta menyerukan pembebasan warga Palestina yang ditahan secara sewenang-wenang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Paranoia politik rusak momentum hubungan China-AS
Indonesia
•
28 Dec 2023

Hingga 160 orang diperkirakan tewas dalam serangan AS-Israel terhadap sekolah perempuan di Iran
Indonesia
•
01 Mar 2026

COVID-19 – Filipina mulai vaksinasi anak usia 5-11 tahun
Indonesia
•
08 Feb 2022

Australia bela Palestina, tiga warga dan empat entitas Israel kena sanksi
Indonesia
•
02 Jun 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
