Sekjen PBB kutuk serangan terhadap warga Palestina yang sedang menunggu bantuan di Gaza utara

Warga saling menghibur satu sama lain saat berkabung untuk para korban di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City pada 29 Februari 2024. (Xinhua/Malik Atallah)
Pasukan Israel menembaki kerumunan warga Palestina yang sedang menunggu bantuan di sebuah jalan pesisir di sebelah barat Gaza City, menewaskan 104 jiwa, dan lebih dari 760 lainnya luka-luka.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (29/2) mengutuk serangan yang menewaskan lebih dari 100 warga Palestina yang sedang menunggu bantuan di Gaza utara, ungkap pernyataan juru bicara (jubir) Guterres."Sekjen PBB mengutuk keras insiden hari ini di Gaza utara di mana lebih dari 100 orang dilaporkan tewas atau cedera ketika sedang mencari bantuan untuk menyelamatkan nyawa. Warga sipil yang putus asa di Gaza membutuhkan bantuan segera, termasuk mereka yang berada di wilayah utara Gaza yang terkepung di mana PBB belum dapat mengirimkan bantuan selama lebih dari sepekan," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.Para pejabat Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel pada Kamis itu menembaki kerumunan warga Palestina yang sedang menunggu bantuan di sebuah jalan pesisir di sebelah barat Gaza City. Akibatnya, 104 orang tewas dan lebih dari 760 lainnya luka-luka.Seorang jubir militer Israel mengklaim bahwa pasukannya melakukan penembakan tersebut "untuk membela diri" setelah warga Gaza menyerang dan menjarah truk-truk bantuan yang masuk ke Jalur Gaza pada dini hari.Dujarric mengatakan tidak ada kehadiran PBB di lokasi tragedi itu. Dia menambahkan bahwa insiden tersebut perlu diselidiki dan akan ada waktunya untuk pertanggungjawaban.
Warga menunggu untuk mendapatkan makanan matang di sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza utara pada 27 Februari 2024. Riyad Mansour, pengamat tetap Negara Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (27/2) mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Gaza saat ini mengalami bencana kelaparan, yang makin memburuk setiap harinya akibat "agresi kriminal" yang sedang dilancarkan Israel. "Kita harus berhenti sejenak dan mempertimbangkan arti sebenarnya dari keadaan ini," kata Mansour dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata. (Xinhua/Mohammed Ali)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Saudi produksi 2,5 juta masker setiap hari
Indonesia
•
27 Jun 2020

Meta akan pulihkan akun Facebook dan Instagram milik Trump
Indonesia
•
26 Jan 2023

Mahasiswa Muhammadiyah Yogyakarta mengajar di Tawau, Malaysia
Indonesia
•
22 Jan 2020

Universitas Pancasila-UNSW bangun kerja sama bidang hukum
Indonesia
•
27 Nov 2019
Berita Terbaru

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Kegiatan budaya Imlek China digelar perdana di Kantor Pusat ASEAN
Indonesia
•
07 Feb 2026

Feature – Lansia di China nikmati masa pensiun dengan jadi ‘content creator’
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026
