
Mantan PM Jepang: Jepang-China pilar pembangunan komunitas bersama umat manusia

Mantan perdana menteri Jepang Yasuo Fukuda berpidato pada sebuah acara peringatan yang digelar oleh Kedutaan Besar China di Jepang untuk merayakan 73 tahun berdirinya Republik Rakyat China (RRC) dan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik antara China dan Jepang di Tokyo, Jepang, pada 22 September 2022. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan China-Jepang akan memasuki usia 45 tahun pada 2023, menjadi pengingat bahwa hanya ketika kedua negara dapat saling memahami, keduanya dapat memunculkan rasa saling percaya.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Untuk memperingati 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik antara Jepang dan China, mantan perdana menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda pada September memublikasikan buku barunya yang berjudul ‘Collected Works of Yasuo Fukuda: Pursuing World Peace’ (Koleksi Karya Yasuo Fukuda: Mengejar Perdamaian Dunia) dan akan merilis versi bahasa Mandarin dari buku itu.Dalam sesi wawancara dengan Xinhua belum lama ini, Fukuda mengatakan bahwa komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia adalah kata kunci dari buku tersebut, dan dia berharap Jepang dan China dapat bekerja sama untuk menjadi pilar pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.Berisi kompilasi pidato Fukuda selama beberapa tahun, buku itu menyimpan dan mewakili refleksi Fukuda tentang hubungan Jepang-China dan hubungan kedua negara tersebut dengan Asia dan dunia, menunjukkan perlunya membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia untuk menjawab berbagai tantangan global.
Anggota Dewan Negara sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) yang sedang berkunjung bertemu dengan mantan perdana menteri Jepang Yasuo Fukuda di Tokyo, Jepang, pada 25 November 2020. (Xinhua/Du Xiaoyi)
Seorang pengunjung mengamati sebuah benda pameran dalam pratinjau media untuk pameran "Prajurit Terakota dan China Kuno: Warisan dari Dinasti Qin dan Han" di Museum Kerajaan Ueno di Tokyo, Jepang, pada 21 November 2022. (Xinhua/Yang Guang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Pakistan sebut negaranya berusaha jamin kesetaraan bagi kaum minoritas
Indonesia
•
13 Aug 2022

Taiwan, rajanya produsen sepeda
Indonesia
•
19 Jul 2020

Studi ungkap pemotongan dana HIV internasional berpotensi sebabkan jutaan infeksi dan kematian pada 2030
Indonesia
•
28 Mar 2025

10 paspor paling kuat di dunia
Indonesia
•
21 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
