
Pertama dalam sejarah, peneliti China berhasil transplantasi paru-paru babi ke tubuh manusia

Ilustrasi. (Robina Weermeijer on Unsplash)
Paru-paru dari babi yang dimodifikasi secara genetik berhasil ditransplantasikan ke dalam tubuh manusia.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, paru-paru dari babi yang dimodifikasi secara genetik berhasil ditransplantasikan ke dalam tubuh manusia, demikian diumumkan oleh sejumlah ilmuwan China dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature."Paru-paru adalah organ yang kompleks untuk ditransplantasikan, tetapi operasi ini menjadi langkah menuju uji klinis," menurut laporan Nature pada Selasa (26/8).Penerima, seorang pria berusia 39 tahun di China yang mengalami mati otak (brain dead), menerima paru-paru yang telah menjalani enam modifikasi genetik untuk meningkatkan kompatibilitas dengan manusia. Organ tersebut tetap berfungsi dan layak selama sembilan hari di dalam tubuhnya tanpa tanda-tanda penolakan hiperakut atau infeksi.He Jianxing, penulis koresponden studi tersebut, mengatakan kepada Xinhua bahwa dengan meningkatnya permintaan global akan transplantasi organ, xenotransplantasi dianggap sebagai solusi yang menjanjikan untuk mengatasi kekurangan donor. Dia mengatakan pencapaian ini menandai langkah penting dalam pengembangan xenotransplantasi paru-paru."Studi ini menandai tonggak sejarah dalam bidang kedokteran translasional," kata Beatriz Dominguez-Gil, direktur Organisasi Transplantasi Nasional.Sejauh ini, sedikitnya enam orang di China dan Amerika Serikat telah menerima organ babi yang sudah disunting genomnya, termasuk jantung, ginjal, hati, dan timus.Dominguez-Gil menyoroti pentingnya terobosan ini, seraya menekankan bahwa paru-paru sangat sulit untuk ditransplantasikan karena keseimbangan fisiologisnya yang sangat sensitif. Paru-paru menerima aliran darah yang sangat tinggi dan terus-menerus terpapar udara sekitar, sehingga membuatnya sangat rentan."Paru-paru merupakan organ yang paling sulit untuk ditransplantasikan," kata Muhammad Mohiuddin, seorang ahli bedah dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Baltimore, yang pada 2022 lalu memimpin transplantasi jantung babi pertama ke dalam tubuh manusia yang masih hidup."Saya mengapresiasi upaya mereka," katanya seperti dikutip oleh Nature. "Ini menjadi langkah pertama" menuju xenotransplantasi paru-paru, penggunaan organ hewan pada manusia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Satelit China deteksi lebih dari 100 suar cahaya putih Matahari
Indonesia
•
08 May 2024

Harimau yang terancam punah lahir kembar tiga di China timur
Indonesia
•
19 Jan 2024

Tim peneliti Australia kembangkan terapi tertarget untuk kanker darah langka
Indonesia
•
14 Jan 2026

Peneliti China temukan sistem baru untuk pengelompokan fungsional protein
Indonesia
•
05 Jul 2023


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
