Partai Demokrat ingin cegah Trump serang Kuba, Senat AS tak setuju

Foto yang diabadikan pada 9 November 2025 ini menunjukkan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Hu Yousong)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam sebuah pemungutan suara prosedural pada Selasa (28/4), Senat Amerika Serikat (AS) menolak mosi yang diajukan Partai Demokrat untuk membatasi kewenangan perang Presiden Donald Trump, yang bertujuan untuk mencegah presiden melancarkan aksi militer terhadap Kuba tanpa persetujuan Kongres.

Senat yang dikuasai Partai Republik tersebut melakukan pemungutan suara dengan hasil 51-47 untuk mendukung keberatan yang diajukan oleh Senator Rick Scott terhadap mosi Partai Demokrat guna menarik resolusi tersebut dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Susan Collins dan Rand Paul menjadi dua anggota Partai Republik yang memberikan suara dukungan bagi resolusi kewenangan perang usulan Partai Demokrat. Sementara itu, Senator John Fetterman menjadi satu-satunya anggota Partai Demokrat yang menolak resolusi tersebut.

Resolusi tersebut diajukan oleh Ruben Gallego, Tim Kaine, dan Adam Schiff.

Sejak Januari, pemerintahan Trump telah memberlakukan serangkaian pembatasan minyak baru terhadap Kuba dan berulang kali mengeluarkan ancaman militer. Menurut sejumlah laporan media AS, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan upaya untuk mendorong pergantian rezim di Kuba.

Pada 27 Maret, Trump menyebutkan bahwa "selanjutnya adalah giliran Kuba" dalam sebuah forum investasi di Miami, yang mengisyaratkan bahwa negara kepulauan Karibia itu adalah target aksi militer AS selanjutnya setelah Venezuela dan Iran.

"Seolah-olah bencana Perang Iran dan lonjakan harga minyak yang dipicunya belum cukup, Trump kini mengancam akan melakukan intervensi di Kuba," ujar Gallego dalam sebuah pernyataan sebelum pemungutan suara.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait