
Kuba kecam AS karena "berbohong" soal blokade bahan bakar

Seorang pria beristirahat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak beroperasi di Havana, Kuba, pada 17 Maret 2026. (Xinhua/Joaquin Hernandez)
Menlu Kuba mengatakan klaim AS bertentangan dengan perintah eksekutif dan regulasinya sendiri, dengan merujuk pada perintah eksekutif 29 Januari serta langkah-langkah lanjutan AS sebagai bukti "blokade brutal" terhadap pasokan bahan bakar ke Kuba.
Havana, Kuba (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez pada Sabtu (28/3) mengecam Amerika Serikat (AS) karena "secara terang-terangan berbohong" tentang blokade bahan bakar terhadap pulau tersebut.
Dalam unggahan di platform media sosial X, Rodriguez mengatakan klaim AS bertentangan dengan perintah eksekutif dan regulasinya sendiri, dengan merujuk pada perintah eksekutif 29 Januari serta langkah-langkah lanjutan AS sebagai bukti "blokade brutal" terhadap pasokan bahan bakar ke Kuba.
Dia mengatakan langkah-langkah tersebut mencakup ancaman sanksi terhadap negara-negara ketiga dan perusahaan asing yang memasok minyak ke Kuba, serta tindakan bermusuhan yang menargetkan kapal tanker minyak.
Rodriguez menambahkan bahwa kebijakan Washington bertujuan melemahkan perekonomian Kuba, menghambat pembangunannya, memutus sumber-sumber pendapatannya, serta membatasi akses negara itu terhadap pasar dan teknologi.
Kuba telah menghadapi krisis ekonomi dan energi yang parah akibat sanksi AS selama puluhan tahun. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kekurangan bahan bakar mendorong negara tersebut ke dalam krisis kemanusiaan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

CENTCOM umumkan personel militer ke-7 AS yang tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran
Indonesia
•
09 Mar 2026

Infanteri Israel masuki desa Lebanon, bentrok dengan pejuang Hizbullah
Indonesia
•
08 Oct 2024

Uni Eropa lancarkan sanksi keempat terhadap Rusia
Indonesia
•
12 Mar 2022

Iran sebut 5.000 orang tewas dalam serangan AS-Israel, ratusan perempuan dan anak jadi korban
Indonesia
•
28 Sep 2026


Berita Terbaru

Telaah – Tiga tahun berlalu: Gaza hancur, 74.000 lebih tewas, mengapa perdamaian masih jauh?
Indonesia
•
08 Oct 2026

3 tahun berlalu, Israel masih memburu pelaku 7 Oktober: 2.000 orang disebut masih hidup
Indonesia
•
07 Oct 2026

Dari warisan apartheid hingga politik ras, ini sumber ketegangan AS–Afsel
Indonesia
•
07 Oct 2026

Pembongkaran bangunan di Yerusalem Timur catatkan rekor pengungsi terbanyak
Indonesia
•
07 Oct 2026
