
Jepang mulai kerjakan relokasi pangkalan AS di Okinawa meski ditentang warga setempat

Orang-orang ambil bagian dalam aksi unjuk rasa di Okinawa, Jepang, pada 14 Mei 2022, menuntut upaya untuk mengurangi beban dari pangkalan Amerika Serikat (AS) di Okinawa, prefektur paling selatan di Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Pangkalan militer AS di Okinawa mengancam perdamaian, namun pemerintah Jepang secara paksa mengisi wilayah laut yang berharga untuk membangun pangkalan militer AS yang baru.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Pemerintah Jepang pada Rabu (10/1) memulai pekerjaan perbaikan tanah untuk relokasi pangkalan militer utama Amerika Serikat (AS) di Prefektur Okinawa setelah mengesampingkan keberatan pemerintah daerah, tanpa mempedulikan pendapat penduduk setempat.Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi dalam konferensi pers mengatakan bahwa peresmian tersebut menandai dimulainya pekerjaan, yang kemungkinan besar akan memakan waktu lebih dari sembilan tahun, untuk memperkuat tanah lunak bawah laut di lokasi relokasi pangkalan udara Futenma milik Korps Marinir AS.Perbaikan tanah diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan penimbunan yang merupakan bagian dari proyek untuk merelokasi pangkalan Futenma dari distrik permukiman yang padat di Ginowan ke daerah pesisir pantai Henoko yang lebih jarang penduduknya di Nago, yang juga berada di Okinawa.Gubernur Okinawa Denny Tamaki pada Rabu mengatakan kepada wartawan bahwa perbaikan itu merupakan sesuatu yang dilakukan pemerintah demi kenyamanannya sendiri, dan hal itu sangat disesalkan.Pada 28 Desember 2023, pemerintah Jepang memberikan lampu hijau untuk rencana itu atas nama pemerintah Okinawa, mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengesampingkan keberatan pemerintah prefektur.Pemberian izin tersebut menandai pelaksanaan tugas administratif pemerintah daerah yang pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah pusat di bawah undang-undang otonomi daerah, menurut laporan media.Okinawa, yang menjadi tuan rumah bagi 70 persen dari seluruh pangkalan militer AS di Jepang, telah lama menentang pemindahan pangkalan di dalam prefektur pulau selatan itu, dan justru ingin memindahkan pangkalan itu ke luar prefektur.Pada September 2023, Tamaki mengatakan pada pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa bahwa konsentrasi pangkalan militer AS di Okinawa mengancam perdamaian, seraya menyatakan bahwa pemerintah Jepang secara paksa mengisi wilayah laut yang berharga untuk membangun pangkalan militer AS yang baru.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Tentara AS akhirnya hengkang dari Irak setelah puluhan tahun, rakyat Baghdad bernapas lega
Indonesia
•
02 Oct 2026

Israel intensifkan operasi di seluruh Lebanon selatan meski ada gencatan senjata
Indonesia
•
21 Apr 2026

Tingkatkan efisiensi, PM Inggris umumkan rencana pembubaran sistem kesehatan NHS England
Indonesia
•
15 Mar 2025

Sudan Selatan dan PBB luncurkan program vaksinasi untuk tanggulangi wabah demam kuning
Indonesia
•
15 Feb 2024


Berita Terbaru

Sekitar 500.000 orang ikut demo di Prancis, 200.000 pengunjuk rasa padati Paris
Indonesia
•
01 Nov 2026

Esai – Di usia 16 tahun, saya memanggul senapan dan merindukan rumah
Indonesia
•
30 Oct 2026

Netanyahu terdesak, oposisi unggul dalam ‘exit poll’, tetapi mayoritas masih buntu
Indonesia
•
28 Oct 2026

Fokus Berita – Pemilu Israel di tengah operasi militer, warga Palestina khawatir kehidupan kian sulit
Indonesia
•
28 Oct 2026
