
China tolak keras interaksi resmi dengan Taiwan oleh negara-negara yang miliki hubungan diplomatik dengan China

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 13 Mei 2024 ini menunjukkan kapal 'China Coast Guard (CCG) 3502' melakukan pengisian ulang sumber daya untuk kapal lain di Laut China Selatan. CCG melakukan pelatihan rutin selama operasi perlindungan hak dan penegakan hukum di perairan Huangyan Dao. (Xinhua/Wang Yuguo)
Tren reunifikasi China tidak dapat diubah, sehingga mengekang China dengan menggunakan isu Taiwan adalah seperti bermain dengan api, dan China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kepentingannya sendiri.
Beijing, China (Xinhua) – China dengan tegas menolak segala bentuk interaksi resmi dengan wilayah Taiwan di China yang dilakukan oleh negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China, demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Selasa (21/5).China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kepentingannya, kata Wang dalam sebuah konferensi pers harian.Telah dilaporkan bahwa beberapa anggota parlemen dan mantan pejabat dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China berpartisipasi dalam upacara pelantikan Lai Ching-te sebagai pemimpin baru Taiwan atau menyampaikan ucapan selamat kepada Lai.Wang mengatakan kata-kata dan tindakan yang salah dari negara-negara dan politisi tersebut telah melanggar prinsip Satu China dan norma-norma dasar hubungan internasional. Hal ini merupakan campur tangan yang serius terhadap urusan dalam negeri China, melemahkan kedaulatan dan integritas teritorial China, serta membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. "China mengecam keras perilaku semacam itu."Wang menuturkan bahwa prinsip Satu China merupakan landasan politik dan premis fundamental bagi pengembangan hubungan antara China dan negara-negara lain. Dia menegaskan kembali bahwa makna prinsip Satu China sangat jelas: Hanya ada satu China di dunia ini, Taiwan merupakan bagian integral dari wilayah China, dan pemerintah Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintah sah yang mewakili seluruh China.Dia menyatakan seruan serius China agar negara-negara dan politisi terkait berhenti memanipulasi masalah Taiwan untuk tujuan politik, berhenti mengirimkan sinyal yang keliru kepada kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan", dan berhenti terlibat dalam tindakan yang melanggar iktikad baik pada hubungan internasional atau merusak prinsip Satu China.Wang mengatakan bahwa baru-baru ini, banyak tokoh politik dan orang-orang dari seluruh lapisan masyarakat di berbagai negara telah menegaskan kembali kepatuhan mereka terhadap prinsip Satu China, serta dukungan kuat mereka terhadap tujuan China yang menentang separatisme "kemerdekaan Taiwan" dan mengupayakan reunifikasi nasional.Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa tren fundamental masyarakat internasional dalam menjunjung prinsip Satu China tidak tergoyahkan, tambahnya.Dia menyebutkan bahwa prinsip Satu China tidak boleh dilanggar, dan tren reunifikasi China tidak dapat diubah. Dirinya menambahkan bahwa mengekang China dengan menggunakan isu Taiwan adalah seperti bermain dengan api, dan bahwa China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kepentingannya sendiri.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia tunjuk komandan militer baru di Ukraina
Indonesia
•
12 Jan 2023

Hamas akan hentikan negosiasi gencatan senjata jika Israel serang Rafah
Indonesia
•
03 May 2024

Malaysia setuju lanjutkan pencarian pesawat MH370
Indonesia
•
24 Dec 2024

Pekerja Indonesia di Saudi jalani ujian kejuruan pada Juli 2020
Indonesia
•
16 Nov 2019


Berita Terbaru

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026

AS makin terjepit dalam perang dengan Iran, Trump ancam NATO jika tak bantu di Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026

Trump ketar-ketir, minta 7 negara untuk kawal kapal lintasi Selat Hormuz
Indonesia
•
17 Mar 2026
