Komentar Xinhua: Panen biji-bijian musim panas China ringankan beban dunia yang dilanda inflasi

Foto yang diabadikan pada 15 Juli 2023 ini menunjukkan gandum yang siap dipanen di wilayah Hutubi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Ding Lei)
Panen biji-bijian di China tetap berada di atas 650 juta ton selama delapan tahun berturut-turut pada 2022, yang hingga batas tertentu membantu menekan kenaikan harga biji-bijian internasional.
Taiyuan, China (Xinhua) – China berhasil melakukan panen biji-bijian musim panas selama 20 tahun berturut-turut terlepas dari dampak cuaca buruk.Itu merupakan berita baik bagi dunia yang sedang dilanda inflasi. Seperti kata pepatah, roti adalah penopang kehidupan. Output biji-bijian musim panas di China, yang mencapai 146,13 juta ton tahun ini, membangun fondasi yang kokoh bagi ketahanan pangan global.Pencapaian ini bermakna besar mengingat pangan merupakan titik awal dalam rantai komoditas global, dan kenaikan harga pangan dapat berdampak terhadap komoditas lain, semakin memperparah inflasi global.Di saat sistem produksi pangan global masih dalam kondisi rentan, China, yang memiliki kurang dari 9 persen lahan subur di dunia untuk menghasilkan sekitar seperempat dari total biji-bijian di dunia dan menyediakan sumber makanan untuk sekitar seperlima dari total populasi dunia, berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan, dan juga stabilitas dan pembangunan global secara umum.Sebagai negara penghasil dan pengonsumsi biji-bijian terbesar di dunia, China dengan panen biji-bijian musim panasnya memberi kepastian di dunia yang semakin tak menentu.Output biji-bijian di China tetap berada di atas 650 juta ton selama delapan tahun berturut-turut pada 2022, yang hingga batas tertentu membantu menekan kenaikan harga biji-bijian internasional.Di saat banyak negara dilanda inflasi yang parah, China hanya mengalami inflasi ringan sejauh ini pada 2023, dengan rata-rata indeks harga konsumen (IHK) dari Januari hingga Juni hanya meningkat 0,7 persen. Hal tersebut meningkatkan kepercayaan diri negara itu dalam merespons berbagai risiko dan tantangan.Panen besar-besaran di China dapat dikaitkan dengan serangkaian upaya dari pihak berwenang untuk menjaga ketahanan pangan. Para pemimpin China berulang kali menekankan bahwa memastikan ketahanan pangan selalu menjadi prioritas utama bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.Setelah panen musim panas, pekerjaan penanaman dan pengelolaan pada musim panas juga terus berjalan dengan stabil di seluruh penjuru China. Ketersediaan makanan membuat pikiran menjadi tenang. China terus berupaya dengan percaya diri untuk mewujudkan panen sumber makanan sepanjang tahun, yang pasti akan berdampak besar terhadap ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi global.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Thailand luncurkan skema stimulus tunai untuk bangkitkan ekonomi
Indonesia
•
29 Sep 2024

Indeks inklusi keuangan Indonesia rendah meski pengguna ponsel banyak
Indonesia
•
02 Jul 2021

Kendaraan listrik buatan China jadi sorotan di Thailand International Motor Expo
Indonesia
•
02 Dec 2022

Media sebut bank sentral Turkiye diperkirakan akan menaikkan suku bunga
Indonesia
•
22 Jul 2023
Berita Terbaru

Kunjungan turis China ke Indonesia capai 1,34 juta, naik 12 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025
Indonesia
•
03 Feb 2026

OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau
Indonesia
•
02 Feb 2026

Feature – NEV, produk elektronik, hingga aksesori kecil, produk Guangdong tarik perhatian di Indonesia
Indonesia
•
01 Feb 2026
