OPEC+ tahan lagi produksi minyak dunia hingga Maret 2026, pasar global masih ditinjau

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 29 Maret 2024 ini menunjukkan sebuah kapal yang sedang menurunkan muatan bahan bakar di sebuah terminal minyak yang berada di Area Lanshan, Pelabuhan Rizhao di Rizhao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Guo Xulei)

OPEC+ memutuskan untuk melanjutkan penangguhan kenaikan produksi minyak pada Maret 2026.

 

Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan para mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Ahad (1/2) memutuskan untuk melanjutkan penangguhan kenaikan produksi minyak pada Maret 2026, demikian disampaikan OPEC dalam sebuah pernyataan.

Keputusan tersebut diambil usai pertemuan virtual negara-negara anggota OPEC+, antara lain Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, untuk meninjau kondisi pasar global dan prospek ekonomi.

Delapan negara anggota OPEC+ itu telah menaikkan produksi minyak secara bulanan sejak April 2025. Namun, pada akhir November tahun lalu, mereka memutuskan untuk menangguhkan kenaikan produksi pada tiga bulan pertama tahun 2026 karena faktor musiman.

Menurut pernyataan tersebut, kedelapan negara tersebut akan menerapkan pendekatan yang hati-hati dan mempertahankan fleksibilitas penuh dalam menyesuaikan level produksi sesuai kebutuhan sebagai respons terhadap perkembangan pasar.

OPEC mengatakan kedelapan negara itu akan menggelar pertemuan pada 1 Maret 2026 guna mengambil keputusan lebih lanjut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait