Nilai perdagangan Indonesia-China naik 13 persen pada 2025

Foto yang diabadikan pada 28 November 2025 ini menunjukkan sebuah kapal kargo bermuatan kelapa segar asal Indonesia berlabuh di dermaga di Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua)

Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan China meningkat 13,2 persen pada 2025, dengan ekspor dan impor membukukan pertumbuhan positif di tengah menguatnya kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan China meningkat 13,2 persen pada 2025, dengan ekspor dan impor membukukan pertumbuhan positif di tengah menguatnya kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin (2/2), nilai perdagangan Indonesia dengan China naik menjadi 154,58 miliar dolar AS pada 2025. Jumlah ini terdiri atas nilai ekspor sebesar 67,04 miliar dolar AS dan impor mencapai 87,54 miliar dolar AS. Ekspor dan impor masing-masing meningkat 6,9 persen dan 18,53 persen.

*1 dolar AS = 16.800 rupiah

Berdasarkan kinerja tersebut, China tetap menjadi mitra dagang utama bagi Indonesia dengan pangsa ekspor dan impor masing-masing mencapai 23,7 persen dan 36,2 persen.

BPS menguraikan beberapa komoditas dengan peningkatan ekspor tertinggi ke China pada 2025 antara lain perhiasan nonperak, feronikel, sel fotovoltaik, minyak kelapa sawit, emas, hingga kopi robusta.

Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya tercatat sekitar 6 persen, seiring dengan kerja sama ekonomi Indonesia-China yang semakin menguat.

Pada akhir Mei 2025, Indonesia dan China memperkuat kerja sama di sejumlah bidang melalui penandatanganan 12 nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dalam pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri China Li Qiang di Jakarta. Sejumlah kemitraan baru tersebut mencakup kerja sama dalam bidang perindustrian dan rantai pasokan. Penguatan kerja sama itu merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama antara presiden kedua negara di Beijing pada November 2024 lalu, yang menyepakati upaya penguatan kerja sama strategis Indonesia-China. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait