Pameran seni Morandi bangun jembatan antara China dan Italia

Seorang pelukis membuat lukisan orisinal di Desa Dafen yang terletak di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 11 Januari 2019. (Xinhua/Mao Siqian)
Pameran seni Giorgio Morandi, yang digelar di Museum Seni Dafen di kota metropolis Shenzhen, China selatan, dari 25 Februari hingga 28 Maret, memberikan kesempatan bagi para penggemar seni China untuk mengapresiasi karya mendiang seniman Italia tersebut.
Shenzhen, China (Xinhua) – Pameran seni Giorgio Morandi, yang digelar di Museum Seni Dafen di kota metropolis Shenzhen, China selatan, dari 25 Februari hingga 28 Maret, memberikan kesempatan bagi para penggemar seni China untuk mengapresiasi karya mendiang seniman Italia tersebut.Sebanyak 46 karya Morandi dipamerkan, termasuk lukisan cat minyak, sketsa, dan karya cetakan. Pameran ini mendapat perhatian luas karena popularitas seniman tersebut yang luar biasa, sehingga menarik banyak pengunjung ke galeri museum itu.‘Morandi colors’ menjadi istilah yang digunakan dalam industri estetika desain untuk mendeskripsikan warna-warna dengan corak keabu-abuan yang menjadi gaya unik sang pelukis Italia itu.Morandi saat ini dikenal dengan lukisan lanskap dan lukisan benda diam (still life) berskala kecil dengan karakteristik pribadi yang intens. Dia mahir dalam memasukkan pengendalian kepribadiannya ke dalam lukisan benda diam, serta dalam mengabadikan pemandangan yang tampak biasa di luar jendelanya ke atas kanvas, sehingga orang-orang dapat turut merasakan pengalaman keabadian tersebut saat mengamati karyanya.Para pengunjung pameran juga mendapatkan pengalaman dialog antara seni Italia dan filosofi China, kata Wu Yuhang, seorang direktur proyek di Desa Dafen yang terkenal dengan lukisan cat minyak. Morandi dianggap sebagai pelukis Barat dengan jiwa ke-Timur-an. Etosnya untuk menemukan esensi seni sejati dalam objek-objek biasa selaras dengan etos para pelukis sastrawi China.Pameran karya seni ini menjadi bentuk penghormatan untuk master asal Italia tersebut, kata Wu. Introspeksi, keanggunan perasaan, dan warna seni Morandi yang halus serta harmonis akan menghadirkan pengalaman unik bagi para audiens Timur, dan perpaduan kedua tradisi budaya akan menginspirasi pemikiran dialektis yang berbeda, sehingga memberikan kesempatan untuk mendorong pertukaran budaya dan saling pengertian antara Italia dan China, imbuh Wu.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

PBB sebut dermaga bantuan terapung di Gaza kurang layak dibandingkan jalur darat
Indonesia
•
17 May 2024

Organisasi perempuan Filipina kecam pakta pertahanan baru Filipina dan Jepang
Indonesia
•
09 Jul 2024

Tingkat stres di Jerman capai rekor tertinggi di tengah meningkatnya tekanan pribadi dan krisis global
Indonesia
•
28 Nov 2025

8 makanan kaya magnesium untuk kesehatan tubuh dan otak
Indonesia
•
05 Jun 2022
Berita Terbaru

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026

Mesir mulai terima pasien dan korban luka dari Gaza via perlintasan Rafah
Indonesia
•
03 Feb 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026
